Pendidikan Merupakan Investasi Masa Depan
📅 Jumat, 24 Des 2021, 06:20 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupMenurut Bapak, bagaimana kebijakan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)? Sudah sesuaikah dengan kebutuhan hari ini?
Kami sangat sepakat dan mendukung kebijakan Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek. Mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan kehidupan dalam banyak aspek yang begitu pesat harus direspon Pemerintah dengan kebijakan dalam dunia pendidikan.
Dengan Merdeka Belajar, mahasiswa diberikan kesempatan yang semakin luas untuk menambah wawasan, kompetensi, serta pengalaman pada konteks atau dunia nyata di lapangan. Ini tentu saja sangat bermanfaat untuk membekali mereka dengan hal- hal yang riil agar semakin adaptif dan kompetitif.
Khusus untuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagaimana UNY merespons hadirnya kebijakan tersebut?
Sebaiknya Anda baca juga:
Komitmen Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kami wujudkan dengan berbagai program yang memfasilitasi para mahasiswa untuk lebih menjadi independent learner. Pada 2020, UNY telah melakukan penyesuaian kurikulum pada semua program studi dengan Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kami juga senantiasa bersinergi dengan kementerian untuk pelaksanaan berbagai program MBKM, seperti: kampus mengajar, pertukaran mahasiswa merdeka, Magang dan studi independent bersertifikat, Pejuang Muda Kampus Merdeka, Program Bangkit, dan Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA).
Menurut Bapak, bagaimana pengimplementasian kebijakan MBKM di lapangan? Apakah sudah sesuai atau ada hal yang perlu ditingkatkan?
Menurut kami MBKM sudah berjalan baik dan bisa menjadi solusi strategis bagaimana dunia pendidikan harus beradaptasi dan terus mengembangkan kebijakan pendidikan yang terbaik. Tidak hanya selama seseorang menjadi mahasiswa, tetapi juga bagaimana menghantarkan para mahasiswa memasuki masa depan atau dunia kerja yang penuh dengan tantangan dan gangguan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal-hal yang sudah sesuai adalah seluruh perguruan tinggi sudah baik dalam merespon kebijakan ini. Tinggal bagaimana kita bersama-sama antarlini mendukung, memonitoring, dan mengevaluasi berbagai hal yang perlu dibenahi untuk dikembangkan atau ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitas SDM, sarana prasarana, dan dukungan.
Di masa pandemi ini, banyak pengamat menilai LPTK minim kontribusi maupun inovasi terutama untuk mengatasi permasalahan di sektor pendidikan seperti PJJ. Bagaimana tanggapan Bapak terkait hal tersebut? Bisa disebutkan juga praktik-praktik di UNY selama pandemi.
Peran LPTK dituntut ekstra dalam mengatasi berbagai tantangan dan permasalahan dalam pendidikan, terutama dengan adanya Revolusi Industri 4.0 ini dan fenomena Covid-19 yang masih berlangsung. Tentu saja kami para pengelola LPTK tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak penyelenggara pendidikan hingga masyarakat.
Kita ketahui bahwa PJJ memiliki beberapa konsekuensi yang harus dipenuhi seperti ketersediaan sarana prasarana pendukung, keterjangkauan sumber energi dan sinyal, serta kemampuan peserta didik atau masyarakat. Mengingat karakteristik wilayah yang berbeda-beda, tentu banyak hambatan dan tantangan yang bervariasi harus diikuti dengan kebijakan yang arif dan bijak terkait isu tersebut.
Dalam upaya mengoptimalisasikan PJJ, UNY telah memberikan tambahan bantuan Kuota untuk mahasiswa, menyiapkan Learning Management System (LMS) Besmart UNY, akses internet di seluruh bagian kampus juga sudah tersedia dengan kecepatan tinggi.
Dengan adanya pandemi Covid-19 terjadi tantangan learning loss untuk sektor pendidikan. Menurut Bapak, apa yang perlu dicermati dan dilakukan agar hal tersebut tidak semakin membebani sektor pendidikan?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!