Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bincang Santai Teras LPPM ATVI Begini Jadi Sahabat bagi Anak Didik

📅 Jumat, 03 Des 2021, 20:44 WIB | Oleh:

"Walaupun tidak pernah diajar oleh Pak Suradi di kelas, bapak saya, merupakan seorang guru yang paling berpengaruh kepada saya," kata Rizky.

Dalam komentarnya di kolom chat yang ditulis dari Brussel Belgia, Rizky, putra bungsu Suradi ini mengatakan, kalau guru pada umumnya mengajar menggunakan teori dan buku paket, ayah mengajarkan pelajaran hidup melalui contoh dan media lainya. Ketika berbicara tentang nilai-nilai hidup, bukan dengan teori-teori atau buku-buku PPKN tapi melalui kerja kerasnya setiap hari.

"Lebih penting lagi, beliau mengajarkan saya tentang kesetaraan dan kebebasan berpendapat. Bapak selau menempatkan dirinya setara dengan anak-anaknya ketika diskusi. Beliau bersedia berdiskusi dengan anaknya mengenai topik-topik atau pelajaran yang mungkin dianggap subversif di sekolah tanpa dengan menggurui dan mengerdilkan opini anaknya. Hal ini membuat saya berfikir bahwa bapak saya, menunjukkan esensi seorang guru, seseorang yang digugu dan ditiru," ungkap Rizky yang sedang studi bidang Bisnis di KU Leuven, Belgia.

Testimoni juga disampaikan puteri Suradi yang kini bekerja di sebuah lembaga konsultan ekonomi dan bisnis di Luxembourg, Rahmadiani Lestari. Menurutnya, dari perspektif anak, Pak Suradi menerapkan hal yang sama di lingkungan rumah, komunikasi dua arah dan diskusi. Selalu support dan dengan bangga mempercayai pilihan studi dan karir anaknya sendiri. Itu sangat penting untuk membangun self confidence atau percaya diri.

"Bisa terlihat dan tidak mengherankan heran bahwa Bapak adalah guru dan pendidik yang luar biasa dan futuristik. Merefleksi pada pengalaman studi saya di Eropa baru-baru ini, banyak metode belajar di Eropa dapat disandingkan dengan metode mengajar Bapak saat beliau aktif mengajar di tahun 1990-an. Beliau sudah menerapkan pendekatan komunikasi dua arah dan bertumpu pada diskusi," ungkap Rachmadiani

Dari muridnya semasa SMA tahun 1990-an, Nina Harsya menyampaikan pesan dan kesannya diajar Suradi. Menurutnya, pola pengajaran yang diterapkan sangat berbeda ketika itu. "Pak Suradi sangat interaktif, memberi kebebasan kita untuk bertanya, dan menjadi teman di sekolah," kata Nina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
India Dukung Proyek Revital...
Nasional
Pimpinan MPR Minta Sistem S...
Megapolitan
Praperadilan Roy Suryo Dika...
Megapolitan
Polres Jakbar Ringkus Dua P...
Nasional
DPR: Penyebaran Budaya LGBT...
Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.