Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bincang Santai Teras LPPM ATVI Begini Jadi Sahabat bagi Anak Didik

📅 Jumat, 03 Des 2021, 20:44 WIB | Oleh:
Bincang Santai Teras LPPM ATVI Begini Jadi Sahabat bagi Anak Didik Doc: Istimewa
Ket. Bincang santai yang disiarkan langsung melalui channel Youtube Teras Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ATVI, Kamis (2/12) malam.

JAKARTA - Banyak cara dan metode untuk membuat anak didik, baik pelajar maupun mahasiswa untuk tertarik dengan materi pelajaran yang diberikan, aktif di kelas, terbuka, dan pada saat bersamaan, pendidikan, baik guru maupun dosen, bisa menjadi sahabat bagi anak didik. Untuk mencapai tujuan ideal itu tidak sulit asalkan guru maupun dosen benar-benar serius dalam mengajar, menguasai bidangnya, demokratis, dan mengetahui watak dan karakter anak didiknya.

Dosen Akademi Televisi Indonesia (ATVI), Suradi, yang punya pengalaman lama sebagai guru di SMAN 8 Jakarta, mengungkapkan hal itu dalam perbincangan santai yang disiarkan langsung melalui channel Youtube Teras Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ATVI, Kamis (2/12) malam.

Menurut siaran persnya, bincang santai yang dipandu Ketua LPPM ATVI,Ratih Damayanti dan didukung tim kreatif IT, yang juga dosen ATVI, Teguh Setiawan itu dilakukan secara interaktif. Peserta dapat bertanya dan memberikan pandangannya melalui chat di channel Youtube. Ini merupakan acara perdana Teras LPPM yang akan berlanjut secara kontinyu dwi mingguan.

Menurut Suradi, yang juga dikenal sebagai jurnalis dan penulis buku ini, tantangan terbesar dalam proses pembelajaran baik di masa tahun 1990-an maupun saat ini adalah bagaimana peserta didik, baik pelajar maupun mahasiswa memahami apa yang diajarkan. Setelah itu dapat mengaplikaisnnya untuk kepentingan studi dan karir di masa depan.

"Pemahaman tentag pentingnya bidag studi, kaitannya dengan kehidupan masa lalu, kini dan mendatang, serta informasi bidang karir yang dibutuhkan. Jadi daya tarik siswa maupun mahasiswa selalu dekat dengan kita," katanya.

Ketua LPPM ATVI, Ratih Damayanti mengatakan berawal dari itikad baik dari para dosen tetap ATVI untuk dapat mendedikasikan ilmunya agar dapat berbagi dengan publik secara lebih luas, maka muncullah ide untuk membuat konten pengabdian kepada masyarakat melalui kanal Youtube Teras LPPM ATVI. Nama Teras dipilih karena teras dapat dianalogikan sebagai ruang terbuka di depan rumah yang sering dijadikan tempat berkumpul dan berdiskusi santai.

"Ini sesuai dengan format konten yang diangkat yaitu membahas tentang berbagai topik yang dikemas secara ringan namun mencerdaskan dan dapat memberikan inspirasi positif bagi viewers-nya. Teras LPPM ATVI merupakan media publikasi para dosen ATVI untuk berkontribusi dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat," ujar Ratih.

Tim kreatif yang juga dosen ATVI, Teguh Setiawan mengatkan, awalnya konten ini akan ditayngkan di kanal saya mastepedia yang memang rutin mengadakan bincang secara live dengan nara sumber alumni, dosen dan orang yang berkompeten. Namun memanfaatkan hari guru saya berdiskusi untu membuat konten yang lebih serius dengan memanfaatkan kanal Teras LPPM ATVI yang memang belum lama aktif.

"Sebagai orang yang berada dibalik layar, yang mengurusi kreatif, teknis, dan konsep penayangan saya menyulap seperangkat komputer di rumah menjadi ruang kontrol room untuk mengendalikan tayangan ini agar kualitasnya tetap terjaga, baik audio maupun visual," papar Teguh.

Beberapa Tips

Dalam bincang santai selama 90 menit itu, Suradi yang juga menulis buku berjudul Bangga Menjadi Guru SMAN 8 Jakarta ini memberikan beberapa tips agar guru maupun dosen bisa menjadi sahabat anak didik. Pertama, menguasai bidang pelajaran atau materi yang diajarkan karena ini modal pertama untuk percaya diri di dalam kelas.

Kedua, berusaha memahami setiap karakter dan watak anak didik, sehingga berbagai kendala dalam proses mengajar bisa diselesaikan dengan baik, sebab setiap peserta didik punya masalahnya sendiri.

"Kita juga harus bersikap demokratis dan memberikan kesempatan setiapanak didik untuk bertanya dan mengajukan pandangannya atas materi pelajaran. Suasaa kelas yang demokratis menumbuhkan semangat belajar yangtinggi. Lalu, kita mesti kreatif dalam metode pengajaran. Sekakarang sangat mudah mencari tambahan bahan ajar dan alat peraga lewat Youtube atau media sosial. Terakhir, usahakan mendekatkan diri dengan anak didik dalam setiap kegiatan," papar alumnu Universitas Indonesia itu.

Banyak pertanyaan dan pandangan yang diajukan peserta, termasuk dari anak kandung Suradi yang tengah studi di luar negeri,Muhammad Rizky.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
India Dukung Proyek Revital...
Nasional
Pimpinan MPR Minta Sistem S...
Megapolitan
Praperadilan Roy Suryo Dika...
Megapolitan
Polres Jakbar Ringkus Dua P...
Nasional
DPR: Penyebaran Budaya LGBT...
Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.