Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Tangkap Perakit Bom yang Terlibat Penculikan WNI

📅 Kamis, 25 Nov 2021, 05:02 WIB | Oleh:
Filipina Tangkap Perakit Bom yang Terlibat Penculikan WNI Doc: RFA/Zamboanga City Police Department
Ket. Kalmi Ammad Mustala

ZAMBOANGA - Seorang tersangka ahli perakit bom Abu Sayyaf yang terkait dengan teror ledakan bom mematikan di sebuah gereja di Filipina selatan pada Januari 2019 dan penculikan nelayan warga negara Indonesia (WNI), telah ditangkap oleh pihak polisi Filipina di sebuah desa dekat Kota Zamboanga pada Selasa (23/11).

"Tersangka yang diidentifikasi sebagai Kalmi Ammad Mustala, 42 tahun, ditangkap pada penggerebekan pagi hari di daerah tepi pantai dekat Desa Recodo," kata direktur polisi kota Kolonel Rexmel Reyes.

"Kalmi Mustala yang selama ini buron, sekarang berada di balik jeruji besi ketika Kepolisian Nasional Filipina Kantor Polisi Kota Zamboanga meningkatkan rangkaian operasi Oplan Manhunt Charlie di seluruh kota," ucap Reyes.

Reyes mengatakan bahwa operasi penggerebekan dilakukan terhadap Mustala setelah pihaknya menerima surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan Sulu tertanggal 19 Juni 2021, untuk kasus kepemilikan bahan peledak secara ilegal.

Serangan Bom Jolo

Dalam penjelasannya, Reyes mengatakan bahwa Mustala adalah anggota aktif kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Kepulauan Sulu selatan, yang diyakini sebagai pakar perakit bom yang terlibat dalam insiden bom kembar di Katedral Jolo 27 Januari 2019 lalu, yang menewaskan 21 orang.

Polisi mengatakan pemboman itu didalangi oleh pemimpin Abu Sayyaf Hatib Hajan Sawadjaan, yang menggantikan Isnilon Hapilon sebagai komandan Filipina dari kelompok ekstremis yang dikenal sebagai ISIS.

Hapilon termasuk di antara ratusan gerilyawan yang tewas pada 2017 ketika dia dan yang lainnya memimpin pengepungan selama lima bulan di kota selatan Marawi.

Sementara itu pihak berwenang di Filipina mengatakan mereka yakin Sawadjaan tewas dalam bentrokan Juli 2020 dengan militer di Jolo meskipun tubuhnya belum ditemukan. Keponakannya, Mundi Sawadjaan, kemudian membalas kematian pamannya dengan melancarkan serangan bom kembar pada Agustus 2020 yang menewaskan 14 orang di Jolo.

Dalam keterangannya, Reyes menuding bahwa Mustala juga terlibat dalam penculikan yang menargetkan orang asing, termasuk warga negara Swiss bernama Lorenzo Vinciguerra dan warga Belanda bernama Ewold Horn yang diculik di Tawi-Tawi sekitar Februari 2012 saat mereka mengamati burung liar.

Vinciguerra melarikan diri setelah dia melawan para penculiknya selama operasi militer pada 2014, tetapi para penculik menembak mati Horn ketika mencoba melarikan diri pada Mei 2019.

"Selain itu, Mustala dikaitkan dengan aksi penculikan yang menargetkan awak kapal nelayan Indonesia," kata polisi. RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Gempuran Rudal Russia Hanta...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.