Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Harus Perkuat Daya Tahan Ekonomi

📅 Jumat, 03 Sep 2021, 05:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Perkuat Daya Tahan Ekonomi Doc: istimewa

Negara yang cepat melakukan vaksinasi dengan stimulus yang besar akan tumbuh sangat cepat.

Dengan struktur industri yang kuat maka ekspor juga akan meningkat nilai tambahnya.

JAKARTA - Ekonomi Indonesia harus memiliki daya tahan yang kuat agar bisa mengantisipasi berbagai tantangan, baik dari luar maupun dari domestik. Daya tahan juga akan membuat perekonomian nasional bisa berdampingan dan bertumbuh dengan pandemi Covid-19 ke depan.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam konferensi internasional tentang Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan ke-15 yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Kamis (2/9), menyatakan daya tahan sangat penting bagi sebuah negara dalam menghadapi pandemi Covid-19 sekaligus bisa hidup berdampingan.

Pemulihan ekonomi berbagai negara dunia saat ini berlangsung berbeda-beda bergantung pada seberapa besar dampak pandemi yang menghantam perekonomian satu negara, dan bagaimana negara tersebut menangani pandemi lewat vaksinasi, stimulus fiskal dan moneter, serta kondisi global.

"Negara yang cepat melakukan vaksinasi dengan stimulus yang besar akan tumbuh sangat cepat," kata Perry.

Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, misalnya, yang berhasil pulih dengan cepat dari pandemi lantaran besarnya stimulus yang digelontorkan. Ekonomi AS diperkirakan akan tumbuh 6,8 persen pada tahun ini dan 3,4 persen pada tahun depan. Sedangkan ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh 8,4 persen pada 2021 dan 5,5 persen pada 2022.

"Sementara untuk negara berkembang, karena kita masih menggencarkan vaksinasi dan stimulusnya belum sebesar negara maju, jadi kita harus pulih, tapi harus lebih kuat dan lebih berdaya tahan, serta melakukan berbagai reformasi," kata Perry.

Selain berdaya tahan, ia menilai digitalisasi turut diperlukan Indonesia jika ingin hidup berdampingan dengan pandemi, mengingat mobilitas yang saat ini terbatas.

Kemudian, inklusi keuangan dan ekonomi hijau berkelanjutan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia saat akan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Platform Digital

Secara terpisah, Pakar Ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan perekonomian dan dunia usaha ke depan akan semakin banyak menggunakan platform digital. Pandemi telah mempercepat penggunaan teknologi informasi dan digital.

"Agar mempunyai daya tahan yang kuat bahkan tumbuh dan berkembang maka pelaku ekonomi, terutama para pengusaha baik di sektor riil maupun keuangan, harus mampu dan cepat beradaptasi di dalam penggunaan teknologi untuk menjalankan roda bisnisnya," kata Suhartoko.

Pemerintah pun perlu segera memfasilitasi dan mempersiapkan berbagai macam aturan dan dukungan agar perekonomian mempunyai daya tahan dengan segera mempersiapkan infrastruktur digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
TNI Ajak OPM yang Masih di ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.