Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dewas KPK Dinilai Lemah, Lili Hanya Dihukum Ringan

📅 Selasa, 31 Agu 2021, 07:24 WIB | Oleh:
Dewas KPK Dinilai Lemah, Lili Hanya Dihukum Ringan Doc: antaranews
Ket. Pakar hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Prof Hibnu Nugroho

JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) KPK dinilai lemah karena menghukum Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, terlalu ringan. Penilaian ini disampaikan pakar hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Prof Hibnu Nugroho, di Purwokerto, Banyumas, Senin (30/8).

"Sanksi yang dijatuhkan Dewas kepada Lili Pintauli Siregar terlalu ringan," tandasnya. Dia mengingatkan, ini sebagai warning bahwa seorang pimpinan harus zero permasalahan, zero sanksi. Sanksi yang diberikan kepada Lili Pintauli, tidak berat kalau hanya pemotongan gaji.

Berdasarkan putusan Ketua Dewas, Tumpak Hatorangan, Lili melanggar kode etik. Pelanggaran kode etik yang dilakukan Lili Pintauli adalah penyalahgunaan pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi. Dia berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani.

Pihak beperkaranya yang sedang ditangani adalah Wali Kota nonaktif Tanjung Balai, M Syahrial, yang tersandung perkara dugaan suap lelang jabatan. Atas pelanggaran kode etik berat Lili, Dewas memberi sanksi pemotongan gaji 40 persen selama 12 bulan. Gaji pokoknya 4,8 juta rupiah.

Hibnu mengatakan, sanksi berat dapat berupa penundaan pangkat jika yang melakukan pelanggaran merupakan pegawai negara, sedangkan bagi seorang pimpinan dapat diberi sanksi dengan menonaktifkan dari segala kegiatan dalam kurun waktu tertentu.

Akan tetapi jika sanksi kepada Lili Pintauli hanya pemotongan gaji, hal itu hanyalah sanksi sedang, bukan berat. "Sanksi berat berarti dibebaskan dari kegiatan pimpinan selama setengah tahun. Ini baru sanksi. Ini masih menjadi pimpinan," katanya.

Menurutnya, Lili tidak bisa diteladani dan tidak bisa menjadi rujukan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. "Maka, sangat disayangkan kalau sanksinya hanya pemotongan gaji. Ini tidak tegas. Itu hanya sanksi seperti sanksi administrasi. Padahal yang dilakukan terkait tugas dan fungsinya," kata Hibnu.

Diminta Mundur

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Lili mundur dari KPK. Dia telah terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku. MAKI menilai, tindakan Lili Pintauli adalah noda bagi KPK. Ini dapat menurunkan kewibawaan KPK dan presiden.

"Tindakan Lili Pintauli juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada KPK dalam pemberantasan korupsi," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Menurut MAKI, putusan Dewas KPK ini adalah hasil dari sebuah proses yang telah dijalankan berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Revisi UU KPK.

"Pengunduran diri Lili Pintauli Siregar adalah untuk menjaga kehormatan KPK," tandas Boyamin. Menurut dia, apabila Lili tidak mengundurkan diri, maka perbuatannya akan menjadi noda KPK. Ke depannya, kata Boyamin, KPK akan kesulitan melakukan pemberantasan korupsi.

Lili harus mengundurkan diri dari Pimpinan KPK demi kebaikan lembaga tersebut, demi kebaikan pemberantasan korupsi, dan demi kebaikan NKRI.

Menurut Boyamin, opsi melaporkan perkara ini ke Bareskrim berdasarkan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 36 UU KPK Nomor 30 Tahun 2002 masih dalam proses pengkajian. Pasal 36 UU KPK menyebutkan bahwa pimpinan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK, dengan alasan apa pun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Wisata Kawah Ijen Banyuwang...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.