Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Biodiesel

📅 Sabtu, 07 Agu 2021, 13:30 WIB | Oleh:
Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Biodiesel Doc: istimewa

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah (used cooking oil/UCO) biasa terbuang begitu saja. Padahal, minyak jelantah bisa bermanfaat sebagai bahan pengganti sebagian bahan baku crude palm oil (CPO) atau sawit dalam program biodiesel di Indonesia. Langkah ini, bisa kurangi limbah ke lingkungan hidup, berikan manfaat ekonomi, baik untuk kesehatan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga mendukung pembangunan daerah.

Penggunaan used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai alternatif bahan baku dapat mendukung program biodiesel di Indonesia. Studi dari lembaga International Council on Clean Transportation (ICCT) berjudul "Potential Economic, Health, and Greenhouse Gas Benefits of Incorporating Used Cooking Oil Into Indonesia's Biodiesel" menyebutkan, Indonesia memiliki potensi minyak jelantah sebesar 1,64 miliar liter per tahunnya. Jumlah itu didapatkan dari pengumpulan intensif di restoran, hotel, sekolah, rumah sakit, maupun rumah tangga di perkotaan.

Potensi terbesar pengumpulan minyak jelantah berasal dari daerah perkotaan. Pengumpulan dari restoran, hotel, dan sekolah di perkotaan dapat menyumbang 157 juta liter minyak jelantah atau setara 121 juta liter biodiesel. Apabila pengumpulan diperluas ke sektor rumah tangga maka total pengumpulan mencapai 1.638 juta liter atau setara dengan 1.261 juta liter biodiesel.

Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel memiliki banyak manfaat. Jika dikomparasi, setiap tahunnya hasil pengumpulan minyak goreng bekas itu dapat mengurangi pelepasan enam juta ton emisi gas rumah kaca. Penggunaan minyak jelantah untuk biodiesel juga dapat menghemat biaya subsidi biodiesel mencapai Rp 3,6 triliun.

Berdasarkan kalkulasi ICCT, penghematan subsidi biodiesel didapat dari selisih antara biaya produksi biodiesel menggunakan minyak sawit biasa dengan biaya produksi biodiesel menggunakan minyak jelantah. Penghitungan tersebut menggunakan asumsi rata-rata harga indeks pasar (HIP) minyak jelantah dan bahan bakar nabati (BBN) per Januari hingga Juli 2020. Selain menghemat subsidi, penggunaan minyak jelantah juga dapat mengurangi penggunaan minyak sawit sebesar 1,16 juta ton per tahun. Hal itu kemudian berkontribusi pada penyelamatan 321 ribu hektare hutan dari ekspansi perkebunan sawit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Timnas Indonesia Taklukkan Oman

1 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia Taklukkan ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Dua Kelo...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.