Prioritaskan Cabang Olahraga Olimpiade
📅 Rabu, 04 Agu 2021, 06:25 WIB | Oleh: M. Selamet Susanto
Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Prioritas utama adalah cabang olahraga yang sudah mempunyai tradisi meraih medali di olimpiade seperti bulu tangkis, angkat besi, dan juga panahan. Prioritas berikutnya cabang olahraga olimpiade olimpiade perorangan yang mempertandingkan banyak nomor seperti atletik, renang, senam, menembak, dan tinju.
Olimpiade Tokyo memang belum berakhir. Pesta olahraga terbesar di dunia tersebut akan ditutup pada 8 Agustus mendatang. Namun kontingen Indonesia dipastikan tidak akan menambah medali apapun karena 28 atlet yang mengikuti olimpiade, semuanya sudah bertanding dan belomba.
Bisa dipastikan, kontingen Indonesia pulang ke tanah air membawa lima mdali, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Yang mungkin berubah posisinya dalam daftar perolehan medali. Sampai dengan Selasa (3/8) malam, Indonesia berada di posisi ke-39.
Walaupun dari jumlah medali yang diraih lebih banyak dibanding di Olimpiade Rio de Janiro 2016 yang hanya meraih tiga medali, namun dari segi kualitas mengalami penurunan. Di Rio, selain meraih satu emas, Indonesia juga meraih dua medali perak.
Sejak pertama kali keikutsertaan di Olimpiade Helsinki 1958 sampai dengan di Tokyo saat ini, Indonesia sudah berhasil mengumpulkan 8 medali emas, 14 medali perak, dan 15 perunggu. Medali pertama diraih dari cabang panahan di Seoul 1988. Saat itu, Trio Srikandi Indonesia, Lilies Handayani, Nurfitiana Saiman, dan Kusumawardani meraih medali perak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sampai sekarang, itulah satu-satunya medali yang diraih dari cabang panahan. Medali lain dihasilkan dari cabang bulu tangkis dengan 8 emas, 6 perak, dan 7 perunggu dan angkat besi dengan 7 perak dan 8 perunggu.
Bagi sebuah negara sebesar Indonesia dengan jumlah penduduk 275 juta jiwa, prestasi di Olimpiade Tokyo tentu kurang menggembirakan. Jangan bandingkan dengan prestasi di Asian Games 2018 Jakarta yang sukses menempatkan Indonesia diposisi empat besar dalam perolehan medali, di bawah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Saat itu, Indonesia berhasil meraih 31 medali emas, 14 di antaranya berasal dari pencak silat yang dipertandingkan atas usulan Indonesia sebagai tuan rumah. Untuk cabang olahraga yang tidak terukur seperti pencak silat ini, penialian sangat subjektif. Faktor tuan rumah sangat besar berpengaruh. Sampai-sampai atlet pencak silat Malaysia menghancurkan dinding sebaga aksi protes atas keputusan juri yang merugikannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Olimpiade Tokyo, sampai Selasa (3/8) malam , prestasi Indonesia memang yang terbaik dari semua negara Asean. Tetapi masih kalah dengan negara-negara kecil seperti Hong Kong, Georgia, Qatar, Kosovo, Taipei, dan Selandia Baru yang posisinya di atas Indonesia. Posisi Indonesia masih bisa tergeser lagi karena negara-negara yang posisinya di bawah Indonesia, atletnya masih ada yang bertanding dan kemungkinan bisa menambah medali.
Prestasi olahraga menjadi salah satu indikator kemajuan suatu bangsa. Agar prestasi olahraga bisa dibanggakan, mulai sekarang pemerintah harus membuat prioritas dalam pembinaan olahraga. Prioritas utama adalah cabang-cabang yang sudah mempunyai tradisi meraih medali di olimpiade seperti bulu tangkis, angkat besi, dan juga panahan.
Prioritas berikutnya adalah cabang-cabang olimpiade perorangan yang mempertandingkan banyak nomor seperti atletik, renang, senam, menembak, dan tinju. Baru kemudian cabang-cabang lain yang tidak banyak memperebutkan medali.
Pembinaan bisa dilakukan di sekolah-sekolah maupun di klub luar sekolah. Adakan kejuaraan cabang-cabang olahraga tersebut berjenjang mulai dari kecamatan, kabupaten, provinsi, kejuaraan nasional (kejurnas) , dan puncaknya di Pekan Olahraga Nasional (PON).
PON Tidak usah terlalu banyak cabang olahraga, cukup cabang-cabang olimpiade dan mungkin ditambah dengan olahraga tradisional Indonesia, pencak silat. Cabang olahraga lainnya dipertandingkan di kejurnas saja. Dengan perencanaan matang dan berjenjang seperti di atas, bukan mustahil bila prestasi olahraga Indonesia bisa disegani dan membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya lebih sering berkumandang di pesta-pesta olaraga multievent seperti olimpiade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!