Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Salat Idul Fitri di Graha BNPB

📅 Minggu, 24 Mei 2020, 12:13 WIB | Oleh:
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Salat Idul Fitri di Graha BNPB Doc: Antata/Humas BNPB
Ket. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (kanan) saat melaksanakan salat Idul Fitri 1441 H di Ruang Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (24/5).

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardoyang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan salat Idul Fitri 1441 H, di Ruang Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur.

Menurut Tenaga Ahli Kepala BNPB, Egy Massadiah melalui catatan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5), Salat Idul Fitri 1441 H diikuti 10 orang jamaah, sebagaimana yang diizinkan panitia kecil salat Idul Fitri BNPB. Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak fisik, antar jamaah melaksanakan salat Idul Fitri dengan mengambil jarak dua meter.

Salat Idul Fitri tersebut menghadirkan Imam dan Khatib Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly dengan khotbah bertema Kehidupan Normal Baru dalam menggapai Keridhaan Allah Subhanahu Wata'ala.

"Saat ini Allah menguji ummatnya dengan wabah pandemik yang sangat berbahaya dan mematikan, sebagaimana firman-Nya dalam Surah AlBaqarah ayat 155-156," kata Nadjamuddin dalam khutbahnya.

Nadjamuddin juga menyinggung norma hidup normal yang baru dengan membudayakan protokol kesehatan sebagai karakter pribadi yang akan bergulir menjadi gerakan budaya baru di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Gerakan budaya baru itu akan melahirkan peradaban yang lebih tinggi ketika umat manusia hidup pada tatanan gaya hidup sehat dan merekonstruksi masa depan secara sistemik dan berkelanjutan. "Protokol kesehatan ini adalah gagasan cerdas, bernas dan mencerahkan dalam menghadap wabah virus korona," katanya.

Egy seperti dikutip dari Antara menuturkan sehari sebelumnya, Sabtu (23/5), saat berbuka puasa terakhir Ramadan 1441 H, Doni terlihat sedih meninggalkan bulan yang penuh berkah itu. Apalagi, demi menjalankan tugas, Doni tidak bersama keluarga karena sudah lebih dari dua bulan harus tinggal di Graha BNPB.

"Hampir bisa dipastikan, semua yang hadir sore itu, merasakan ada nuansa yang berbeda," kata Egy menggambarkan suasana buka puasa terakhir Doni bersama sejumlah staf di Ruang Multimedia, Lantai 10 Graha BNPB, tidak jauh dari ruang kerjanya. mar/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
DKI Jakarta Berbagi Ilmu Ob...
Ekonomi
OJK Ungkap Strategi Jaga St...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.