Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Sakit Pendidikan Mendorong Ekosistem Riset

📅 Senin, 16 Mar 2020, 06:43 WIB | Oleh:
Rumah Sakit Pendidikan Mendorong Ekosistem Riset Doc: istimewa

RSP dalam kegiatan riset memudahkan pencarian rumah sakit yang mau bekerja sama untuk uji klinis terhadap obat atau treatment kesehatan tertentu.

JAKARTA - Rumah Sakit Pendidikan (RSP) atau Teaching Hospital harus mendorong ekosistem riset. Dengan begitu RSP dapat terlibat dalam penggunaan produk kesehatan asli Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Minggu (15/3).

"Konsep Teaching Hospital di RSP harus diubah menjadi Teaching and Research Hospital atau Rumah Sakit Pendidikan dan Riset," ujar Bambang.

Bambang menyebut kegiatan riset dan inovasi di Indonesia paling banyak terdapat di bidang kesehatan. Adapun salah satu tantangan keberhasilan riset bidang kesehatan adalah proses uji klinis sebab sulitnya mencari rumah sakit yang mau bekerja sama.

Ia menilai dorongan RSP dalam kegiatan riset memudahkan pencarian rumah sakit yang mau bekerja sama untuk uji klinis terhadap obat atau treatment kesehatan tertentu. Selain itu, RSP juga bisa menjadi tempat calon dokter belajar sekaligus mengembangkan riset.

"RSP bisa menjadi rumah sakit dimana riset di bidang kesehatan termasuk farmasi bisa diselenggarakan," jelasnya.

Bambang menyebut selama ini dokter di Indonesia kesulitan menggunakan produk inovasi kesehatan dalam negeri karena kurang terlibat dalam kegiatan riset bidang kesehatan. Para dokter, menurut Bambang, terlanjur lebih konservatif dan percaya pada produk yang kebanyakan impor.

Untuk itu, ia meminta para pelaku riset kesehatan untuk melibatkan dokter. Menurutnya, Pelibatan tersebut akan efektif untuk penyerapan dan penggunaan produk inovasi bidang kesehatan.

"Dewanya rumah sakit itu bukan direktur, tapi dokternya karena jadi pemakai baik obat maupun alat kesehatan," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, pelibatan dokter dalam riset bisa disesuaikan dengan spesialisasinya masing-masing. Selain itu, riset bidang kesehatan juga harus mulai mendengarkan kebutuhan dari pasien, rumah sakit, maupun Industri.

"Jangan sampai researcher atau ada pihak yang riset bidang kesehatan, tapi dokter hanya tahu di proses akhir saja," tutupnya.

Profesi Dokter

Dihibungi terpisah, Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, menyebut profesi kedokteran memiliki dua jalur yaitu profesi atau praktisi dan penelitian. Dari dua jalur tersebut, Ari menilai persentase dokter untuk praktik lebih tinggi dari penelitian.

"Sebagian besar itu ya sekitar 85 persen dokter bukan penelitian, tapi lebih kepada praktik atau pengguna produk," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Warga Sambut Program Diskon PBB dari Pemkot Bandung

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Warga Sambut Program Diskon...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan TPST...
Daerah
Pemkot Bandung Segel Videot...

Satpol PP Kota Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Satpol PP Kota Bandung Tert...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.