Moratorium Pembayaran Bunga Obligasi Rekap Perkuat Ekonomi RI
📅 Sabtu, 22 Feb 2020, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiNasih menegaskan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menghentikan impor. Ini penting, agar ketahanan pangan Indonesia menjadi kuat. "Uang dari mana untuk naikkan produksi, ya dari uang untuk impor. Artinya, kita harus bicara meningkatkan produksi nasional. Jangan seperti menteri yang bilang produksi kurang kita harus impor," katanya.
Sebelumnya, Ekonom UII Yogyakarta, Suharto, mengatakan para pengusaha menanggung pajak ada batasnya. Sekarang saja, keuntungan pengusaha sudah pas-pasan. Kalau dipajaki lagi, akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja, lalu usahanya tutup. Padahal, untuk menghidupkan perusahaan yang sudah mati paling sulit. "Nah, agar dunia usaha tidak bangkrut, pemerintah harus membantunya dengan keringanan-keringanan sehingga pengusaha bisa menghasilkan pendapatan tinggi lagi," katanya.
Pengamat sosial ekonomi dari Kaukus Muda Indonesia, Edi Humaidi, mengusulkan agar otoritas moneter membuat instrumen "money supply" untuk disalurkan ke sektor yang produktif. Caranya, bantuan diberikan kepada industri yang mempunyai muatan lokal 70 persen. Bisa juga untuk industri yang muatan lokalnya minimal 50 persen, tapi sangat strategis. n uyo/SB/YK/AR-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!