Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Korupsi Persulit Kemiskinan Turun

📅 Senin, 17 Feb 2020, 03:00 WIB | Oleh:
Korupsi Persulit Kemiskinan Turun Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Upaya penurunan angka kemiskinan menjadi tujuh persen pada 2024 dinilai tak mudah karena bakal menghadapi sejumah kendala, bagi global maupun domestik. Bahkan, penyebaran wabah virus korona yang bermula dari Wuhan, Tiongkok, dinilai semakin memperberat langkah pemerintah merealisasikan targetnya tersebut.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Rusli Abdullah, mengatakan untuk mencapai target tersebut, penurunan kemiskinan di Indonesia mendapat tantangan serius, mulai dari ketidakpastian global, pelambatan ekonomi nasional, hingga besarnya praktik korupsi di dalam negeri.

Rusli memperkirakan tren pelambatan ekonomi nasional diperkirakan berlanjut tahun ini setelah pada 2019 hanya tumbuh 5,02 persen. "Pada 2020, Indef memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuhan 4,8 persen. Kondisi tersebut di atas akan memengaruhi kemampuan pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan," ujar Rusli, di Jakarta, Minggu (16/2).

Dia menambahkan prospek pelambatan ekonomi nasional tahun ini bakal mempersulit pemerintah menurunkan angka kemiskinan. Menurutnya, angka kemiskinan dari sembilan persen menjadi delapan persen tidak semudah menurunkan dari 20 persen ke 15 persen. Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan perbedaan karakteristik antara keduanya.

Selain tantangan dari kondisi global yang sedang tidak menentu dengan adanya beberapa kejadian di awal 2020 ini, menurutnya, pengaruh dari dalam negeri juga tidak dapat diremehkan terkait beberapa kasus, seperti Jiwasraya dan Asabri. Kasus gagal bayar dua BUMN asuransi itu akan memperberat tugas pemerintah dalam mencapai target tersebut pada 2024.

"Kejadian-kejadian tersebut membuat konsentrasi pemerintah dalam perwujudan pertumbuhan ekonomi terganggu," jelasnya.

Tindakan Cepat

Untuk menghadapi itu semua, Rusli menilai pemerintah harus melakukan tindakan cepat dan menanggalkan ego sektoralnya dalam menghadapi berbagai tantangan untuk memberantas kemiskinan. "Pemerintah harus kolaborasi dengan banyak stakeholder dan multisektor dalam rangka penurunan angka kemiskinan yang semakin terjal tantangannya," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah perlu mengoptimalkan pemanfaatkan penggunaan dana desa dengan mengarahkanya untuk pembangunan masyarakat atau community development. "Program PKH adalah contoh yang bagus dalam penyelesaian kemiskinan tersebut/ kemiskinan yang bersifat multidimensi," tutupnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 tercatat sebesar 24,79 juta orang. Angka tersebut turun 9,22 persen dibandingkan catatan pada Maret 2019 sebanyak 25,14 juta jiwa. Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi di kisaran 6,5-7 persen pada 2024.

"Jumlah penduduk miskin dari Maret ke September itu turun sebesar 360 ribu orang," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, di Jakarta, bulan lalu.

Suhariyanto mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi penurunan penduduk miskin di Tanah Air yakni rata-rata upah nominal buruh tani per hari pada September 2019 yang naik. Kenaikan upah buruh tani mencapai 1,02 persen dibandingkan Maret 2019 dari 53.873 rupiah menjadi 54.424 rupiah.

uyo/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
  • Impor SAP dari Tiongkok Diduga Rugikan Industri, KADI Mulai Penyelidikan Antidumping
    Preview komentar:
    Informasi mengenai penyelidikan produk Superabsorbent Polymers ini sangat ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga kondisi segera membaik.
    Alhamdulillah
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Rupiah Dibayangi Kebuntuan Selat Hormuz

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Dibayangi Kebuntuan ...
Luar Negeri
AS Siapkan Sanksi Ekonomi T...
Ekonomi
Kemenhub Perkuat Langkah St...
Daerah
AirNav Indonesia Tuntaskan ...
Megapolitan
Pramono Dorong Kolaborasi T...
Subsidi Motor Listrik Bergulir Lagi September, Mau Beli Motor Listrik Subsidi Rp5 Juta? Lirik Merek-merek Berikut

Subsidi Motor Listrik Bergulir Lagi September, Mau Beli Motor Listrik Subsidi Rp5 Juta? Lirik Merek-merek Berikut

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.