Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Gerhana Matahari di Beberapa NegaraIstimewa

📅 Jumat, 27 Des 2019, 05:00 WIB | Oleh:
Fenomena Gerhana Matahari di Beberapa NegaraIstimewa Doc: AFP /Louis KWOK
Ket. LIHAT GERHANA - Seorang perempuan menggunakan alat khusus untuk melihat pergerakan bulan dalam peristiwa gerhana matahari di Singapura, Kamis (26/12).

Jakarta akarta akartaakarta- Pengamat astronomi dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Oman, India dan Singapura, mendapat suguhan gerhana matahari langka, ring of fire, Kamis (26/12).

Fenomena gerhana annular itu terjadi saat posisi bulan tidak terlalu dekat dengan bumi, sehingga bulan tidak seutuhnya menghalangi sinar matahari, dan menimbulkan pemandangan berupa cincin surya tipis seperti cakram. Jenis gerhana tersebut hanya terjadi dalam satu atau dua tahun sekali, dan hanya terlihat dari sebagian belahan kecil bumi dalam beberapa dekade, sebelum pola yang sama terulang.

Bergantung dengan kondisi cuaca, fenomena astronomi tahun ini itu akan terlihat dari Timur Tengah, India bagian selatan, kawasan Asia Tenggara, dan berakhir di wilayah Pasifik utara. Ratusan astronom amatir, dan fotografer, bersiap di pelabuhan Singapura untuk menyaksikan peristiwa sekali seumur hidup tersebut.

"Yang berikutnya akan terjadi dalam sekitar 40 tahun, saya kira," kata seorang pengamat, Jason Teng, 37 tahun, yang sengaja mengambil cuti untuk mengabadikan fenomena itu.

Para astronom amatir harus menggunakan filter matahari khusus pada teleskop mereka karena tidak ada periode aman dalam fenomena gerhana matahari annular tersebut.

Seperti yang dilakukan ahli geofisika asal Jerman, yang berkeliling dunia untuk mengejar fenomena langka itu, Alexander Alin, 45 tahun. "Ini hanya dua menit, tapi sangat intens sehingga kamu membicarakannya dengan teman-teman, dan keluarga selama satu bulan ke depan," kata Alin.

Sementara itu, sejumlah orang tampak berkumpul di pantai-pantai di Tamil Nadu, India selatan, untuk menyaksikan gerhana tersebut. Fenomena langit itu bahkan berdampak pada pertandingan kriket di India, karena pertandingan antara tim Mumbai dan Rajkot, harus ditunda hingga dua jam untuk menunggu gerhan berakhir.

Pemerintah negara bagian timur Odisha, meliburkan segala kegiatan di seluruh instansi pemerintah, pengadilan, sekolah dan perguruan tinggi. Namun awan dan polusi di New Delhi telah menghalangi penglihatan terhadap gerhana, dan Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan kekecewaan melalui Twitter. "Seperti banyak orang India, saya sangat antusias dengan solareclipse 2019," cuit Modi.

Sementar itu di Indonesia, ratusan orang berkumpul Gedung Planetarium, Jakarta untuk menykasikan gerhana itu dengan menggunakan kacamata pelindung yang disediakan oleh planetarium. "Saya bisa melihat gerhana pagi ini, m dan sekarang saya sangat senang melihat puncaknya meskipun sekarang mendung," kata Chandra Ayu Dewi, 39 tahun, yang telah berada di lokasi bersama anak-anaknya.

AFP/SB/AR-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.