Pohon Natal dari Daun Sirih Jadi Daya Tarik
📅 Rabu, 18 Des 2019, 03:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
SURABAYA - Menjelang momen Natal 2019 yang tinggal hitungan hari, masyarakat Surabaya seakan tak ingin ketinggalan momentum untuk turut merayakan. Pernakpernik hiasan Natal pun bermunculan di berbagai sudut bangunan ruang publik di Kota Pahlawan. Tak terkecuali Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya dengan memasang pohon Natal di bagian lobi utama. Pohon Natal setinggi tinggi meter itu terbuat dari tumbuhan asli.
Namun setelah di dekati, ternyata pohon yang penuh gemerlap lampu warna- warni itu bukan pohon cemara, melainkan tanaman sirih. Setiap lembar daun tampak hijau memancarkan kesegaran, dengan aroma harum khas daun sirih.
Pengelola hotel yang terletak di Jalan Raya Darmo itu, sengaja mengangkat tema tema unik, yaitu pohon Natal dari tanaman hidroponik. Hidroponik adalah budi daya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.
Pohon Natal hidroponik itu disusun dari puluhan botol bekas yang dihias dengan dua puluh lima pernak pernik, dua ribu sembilan belas tanaman sirih, dan dua belas susun (tingkat) botol bekas yang mewakili waktu perayaa Natal yang jatuh pada 25 Desember 2019.
General Manager Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sugito Adhi, menjelaskan pemilihan tema hidroponik merupakan implementasi program planet 21 yang merupakan Accor sustainable development programme' dengan memberikan dampak langsung terhadap lingkungan salah satunya dengan menggunakan bahan daur ulang.
Sugito menuturkan, sirih yang merupakan flora khas provinsi Kepulauan Riau dipilih karena masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit.
"Walaupun demikian tanaman sirih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan khasiatnya atau untuk tanaman hias. Sirih dipilih juga karena mudah dibudidayakan secara hidroponik," ujarnya. SB/P-5
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!