Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Perjalanan Cahaya melalui Animasi NASA

📅 Selasa, 22 Jan 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Jadi, perintah harus dipikirkan, dikemas, dan diarahkan ke lokasi yang tepat di luar angkasa pada waktu yang tepat sehingga mereka tidak kehilangan target mereka.

"Percakapan tercepat yang pernah terjadi antara Bumi dan Mars adalah ketika planetplanet berada pada titik terdekat mereka satu sama lain, suatu peristiwa yang disebut pendekatan terdekat yang terjadi kira-kira setiap dua tahun sekali. Rata-rata, jarak skenario terbaik adalah sekitar 33,9 juta mil (54,6 juta kilometer)," katanya.

Tetapi rata-rata, Mars berjarak sekitar 158 juta mil dari Bumi - sehingga komunikasi pulang-pergi rata-rata membutuhkan waktu sekitar 28 menit dan 12 detik.

Rintangan kecepatan terbatas cahaya semakin menantang bagi pesawat ruang angkasa seperti New Horizons, yang sekarang lebih dari 4 miliar mil dari Bumi, dan pesawat ruang angkasa Voyager 1 dan 2, yang masing-masing telah mencapai ruang antar bintang.

"Situasi menjadi sangat menyedihkan ketika Anda mulai mencari di luar tata surya. Planet ekstrasurya yang paling dikenal, yang disebut Proxima b, berjarak sekitar 4,2 tahun cahaya dari kita (jarak sekitar 24,7 triliun mil atau 39,7 triliun kilometer)," tambahnya.

Proyek terobosan Starshot miliarder Rusia-AS membayangkan cara untuk mengatasi masalah kecepatan ini. Rencana multidecade adalah untuk membangun dan menerbangkan "nanocraft" kecil melewati exoplanet semacam itu melalui ledakan laser ultrapowerful, idealnya pada kecepatan jelajah terencana 20 persen dari kecepatan cahaya. Namun seluruh konsep masih teoritis, mungkin akhirnya tidak berfungsi, dan akan beroperasi di sebagian kecil dari kecepatan cahaya.

Ruang angkasa luar biasa luas. Meskipun alam semesta berusia sekitar 13,77 miliar tahun, ujungnya sekitar 45,34 miliar tahun cahaya ke segala arah dan meningkat karena ekspansi.

Itu terlalu besar untuk diilustrasikan dalam animasi sederhana. Namun, satu ilustrasi mendekati gambar ini dibuat oleh musisi Pablo Carlos Budassi, yang menggabungkan peta logaritmik alam semesta dari Princeton dan gambar dari NASA untuk menangkap semuanya dalam satu gambar. pur/R-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemprov Babel Memperkuat St...

Layanan Pertanahana Lebih Banyak Berlarut-larut

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Layanan Pertanahana Lebih B...

Korban Penganiayaan di Cirebon Disiapkan Perlindungan

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Korban Penganiayaan di Cire...
Megapolitan
Subsidi Transj dan Transjab...
Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.