Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Krakatau Terus Berevolusi, Ketinggian Tinggal 110 Meter

📅 Sabtu, 12 Jan 2019, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anak Krakatau Terus Berevolusi, Ketinggian Tinggal 110 Meter Doc: ISTIMEWA
Ket. Potret Gunung Anak Krakatau yang dikirim Satelit ICEYE-X2

HELSINKI - Satelit ICEYE-X2 berhasil mendapatkan gambar dan kondisi terbaru dari Gunung Anak Krakatau pasca bencana tsunami Selat Sunda (22/12). Potret Gunung Anak Krakatau itu diperoleh dari Satelit ICEYE-X2, Rabu (9/1). Satelit ICEYE-X2 adalah Satelit Finlandia yang akan segera menjadi bagian dari orbit jaringan sensor terbesar.

Berdasarkan potret Satelit ICEYE-X2, Gunung Anak Krakatau terus berevolusi dan ketinggiannya semakin berkurang. Ketinggian asli yang sebelumnya mencapai 340 meter, kini berkurang menjadi hanya 110 meter akibat bencana dan letusan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Tetapi, erupsinya saat itu membuat bentuk baru dengan struktur yang tersisa.

"Gambar ini menunjukkan gunung itu berada dalam fase pembangunan, dengan kawah tidak lagi terhubung ke laut seperti dalam gambar dari sekitar seminggu yang lalu," kata Dr Andy Hopper dari Universitas Leeds, Inggris.

Dampak bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung itu menewaskan 373 orang, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.

Para ilmuwan sangat bergantung pada satelit radar untuk mengontrol kondisi hari-hari setelah keruntuhan dan mencoba memahami apa yang terjadi. Radar tersebut melihat pada kondisi siang atau malam, dan bahkan dengan menembus awan tebal. Para peneliti beruntung, sebuah platform Sentinel Uni Eropa lewat hanya beberapa jam setelah kegiatan. Tetapi, pengamatan semacam itu tidak selalu tepat waktu.

ICEYE yang berbasis di Helsinki berharap untuk memperbaiki hal ini dengan memasang konstelasi satelit radar kecil. ICEYE-X2 adalah satelit ruang angkasa kedua yang diluncurkan dan dalam lima hingga delapan lainnya akan ikut naik tahun ini. Semua platform ini seukuran koper, jauh lebih kecil dari sensor radar tradisional yang ditempatkan di orbit.

Cincin Api

ICEYE ingin memasangkan visi kuat ini dengan resolusi temporal tinggi, yang berarti satu titik di permukaan bumi dapat disurvei beberapa kali sehari. Sebuah konstelasi dari 30 platform in-orbit yang dapat mengamati lokasi lintang tengah, seperti London atau Paris, dalam sekitar 15 kali sehari.

Terletak di daerah Cincin Api Pasifik atau Circum-Pacific belt, membuat wilayah Indonesia jadi rentan diguncang gempa dan dilanda letusan gunung api. Cincin Api Pasifik adalah daerah yang memiliki banyak sesar atau zona rekahan yang memanjang sekitar 40 ribu kilometer mulai dari Chile, Jepang, dan kemudian berhenti di Asia Tenggara. Sekitar 90 persen semua gempa bumi di dunia dan 80 persen gempa bumi terbesar di dunia terjadi di sepanjang daerah Cincin Api Pasifik ini. gma/BBC/P-4

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Passing PSIM Harus Dibenahi Usai Menahan Persita

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Passing PSIM Harus Dibenahi...
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.