Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tsunami Selat Sunda Dipicu Aktivitas Gunung Anak Krakatau

6 Senin, 24 Des 2018, 00:04 WIB | Oleh:
Tsunami Selat Sunda Dipicu Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tsunami Selat Sunda Dipicu Aktivitas Gunung Anak Krakatau Doc: AFP/AZWAR IPANK
Ket. DITERJANG TSUNAMI - Foto aerial menunjukkan reruntuhan bangunan di Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12), setelah diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) malam. Kemungkinan penyebab tsunami adalah adanya longsoran bawah laut akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

PANDEGELANG - Bangsa Indonesia kembali berduka. Kali ini tsunami menerjang daerah wisata di pantai barat Provinsi Banten dan bagian selatan Provinsi Lampung pada Sabtu (22/12) malam. Untuk sementara, sebanyak 222 orang tewas, 843 orang luka-luka, dan 28 orang masih hilang akibat bencana tersebut. Selain itu, sedikitnya 556 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, serta 60 warung hancur.

"Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat dihubungi, Minggu (23/12).

BNPB menduga penyebab tsunami di Selat Sunda tersebut karena kombinasi dua faktor alam. Pertama longsoran bawah laut akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, kedua fenomena gelombang pasang karena bulan purnama.

"Kemungkinan penyebabnya adalah adanya longsoran bawah laut akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, yang kemudian bersamaan dengan gelombang pasang karena bulan purnama," ujarnya.

Sutopo menjelaskan, awalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa peristiwa yang terjadi di Selat Sunda adalah gelombang pasang. Namun, akhirnya BMKG meralat pernyataannya dan menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi adalah tsunami.

"Jadi, tsunami betul-betul menerjang wilayah Pantai di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan. Tsunamimenerjang dengan ketinggian dua sampai tiga meter," paparnya.

Tsunami tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak ada peringatan dini dari BMKG maupun BNPB, sementara gempa bumi juga tidak terdeteksi. "Jadi tidak ada gempa pada saat itu, memang tidak ada gempa. Kami juga memantau kondisi yang ada, baik sifatnya lokal maupun yang di Samudra Hindia tidak ada gempa," ungkapnya.

BNPB mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. "Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya," kata Sutopo.

Menurut BNPB, jumlah korban dan kerusakan akibat bencana tsunami yang menerjang sejumlah wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. "Data sementara yang berhasil dihimpun posko BNPB hingga Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang," kata Sutopo.

Sedangkan kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Ia menambahkan, tidak ada korban warga negara asing, semua warga negara Indonesia.

Di tempat terpisah, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan berdasarkan rekaman seismik dan laporan masyarakat, peristiwa di Selat Sunda tidak disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik. "Namun, sensor Cigeulis (CGI) mencatat adanya aktivitas seismic dengan durasi kurang lebih 24 detik dengan frekuensi 8 sampai 16 Hz pada pukul 21:03:24 WIB," kata Dwikorita.

Sementara itu, Ketua Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Tiar Prasetya, menjelaskan BMKG telah memberikan peringatan sejak tanggal 22 sampai 25 Desember 2018. Adapun dugaan aktivitas vulkanik terjadi berbarengan. "Meletusnya Anak Krakatau sudah biasa dari bulan Juni, cuma meletusnya itu menimbulkan longsoran, akhirnya menimbulkan tsunami dan kebetulan laut itu gelombangnya lagi tinggi-tingginya. Itu uniknya. Jadi, letusan, longsor, tsunami, dan gelombang yang lagi tinggi," kata Tiar.

Tanggap Darurat

BMKG memprakirakan pada Senin (24/12) wilayah Banten yang meliputi Anyer, Carita, dan Labuan diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas ringan dari pagi hingga malam hari. Sementara wilayah Lampung Selatan meliputi Bakauheni dan Kalianda akan turun hujan sepanjang hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.