Agrokompleks Mesti Mandiri
📅 Sabtu, 13 Okt 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisHana menjelaskan, saprodi organik bukan hanya tentang produk instan, tapi keseluruhan pengelolaan dengan cara organik. Sehingga jika hanya mengandalkan toko yang hanya mengandalkan label atau brosur di kemasan, maka akan sangat sulit mengubah kebiasaan petani yang kadung kecanduan saprodi non-organik.
Dengan pola direct selling berjejaring, Nasa mendidik distributor, distributor mendidik konsumen, dan perusahaan siap mendukung day to day segala kebutuhan konsumen.
Nasa mengenal panca fokus program dan akivitas, produk, sistem bisnis, sistem pendidikan, alat bantu bisnis, dan dukungan perusahaan.
Kini, di usianya yang ke- 16, PT Nasa ingin go international dengan mulai membuat jaringan pemasaran di beberapa negara seperti Vietnam maupun negaranegara maju di Eropa.
Untuk pendapatan Nasa per tahun, Hana enggan membuka angka pastinya. "Tapi yang jelas, 11 digit," katanya.
Hana selalu menempatkan dirinya jauh lebih besar dari urusan mencetak laba. Menurutnya, urusan pertanian adalah urusan fundamental yang harus dibereskan bangsa ini. Dan Agrokompleks, sekumpulan bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan, mestilah mandiri dari hulu hingga hilir. Dari pembibitan, sarana produksi, hingga panen dan penciptaan produk turunannya.
Sebab, agrokompleks seperti halnya semesta raya ini adalah persoalan keterhubungan semua lini, tidak bisa dipisah-pisah, seperti Kementan yang mengurusi produksi dan Kemendag yang mengurusi perdagangan pangan. Semua jadi tidak bisa berkembang dan terus berputar-putar di isu yang sama yakni impor dan kemiskinan petani.
"Agrokompleks musti mandiri. Dan Nasa ingin menunjukkan kita bisa. Mari main ke petani Nasa, ke kebun Nasa atau ke laboratorium Nasa. Kita bisa melihat bahwa karya anak bangsa ini serius, ingin mandiri dan mampu bersaing dengan negara-negara maju," pungkas Hana.
BIODATA
Nama: Hana Indra Kusuma
Lahir di Yogyakarta, 1971
Pendidikan :
• S1 Pertanian UGM
• S2 Pertanian UGM
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!