Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Sejarah sebagai Objek Foto di Kuburan

📅 Sabtu, 01 Sep 2018, 01:00 WIB | Oleh:
Sejarah sebagai Objek Foto di Kuburan Doc: FOTO-FOTO: DOK Indonesia Graveyard

Dari kuburan dapat diketahui asal muasal orang yang dimakamkan di tempat tersebut.

Hampir tidak ada orang yang memilih kuburan sebagai tujuan perjalanan. Tapi, Indonesia Graveyard malah sengaja datang ke kuburan. Mereka mengabadikan segala hal yang terjadi di kuburan sebagai obyek foto.

Dalam pengamatan komunitas ini, identitas di batu nisan memberi makna yang dalam. Nama panjang, tempat tanggal lahir, hari kelahiran, hari kematian bahkan nama suami, istri, anak, menantu sampai cucu menjadi namanama yang tertera dalam nisan. Identitas tersebut tidak sekedar embel-embel namun ada makna lainnya.

"Kalau tulisannya merah, berarti istri atau suaminya masih hidup," ujar Deni Priya Prasetia, 31, anggota Indonesia Graveyard tentang salah satu tulisan yang tertera di nisan kuburan China di Kuburan Taman Cepe, Tangerang, Sabtu (24/8).

Dari informasi tulisan di nisan dapat diketahui tentang latar belakang orang yang dikubur. Latar belakang tersebut yang memiliki daya tarik sebagai obyek foto. Belum lagi bentuk nisan, di kuburan China, bentuk nisan dapat menunjukkan strata ekonomi orang yang dikebumikan.

Makin tinggi tingkat ekonominya, bentuk kuburannya tampil lebih mewah dibandingkan lainnya. Kuburan yang memiliki atap berikut dengan ukiran menjadi salah satu kemakmuran orang yang dikemunikan selama hidup. Nilai sejarah yang terkandung dari sebuah kuburan menarik minat Indonesia Graveyard.

Dari kuburan dapat diketahui asal muasal orang yang dimakamkan di tempat tersebut. Yang menandakan bahwa, orang tersebut pernah tinggal atau menetap di bumi pertiwi. Seperti Kuburan Taman Cepe yang banyak dihuni oleh orang-orang bahkan keturunan Tiongkok Selatan. Indonesia Graveyard sengaja memilih kuburan yang tergolong tua. Karena, kuburan tersebut menyimpan beragam sejarah. "Yang tua (kuburan), semakin aneh," ujar Ruri Hargiyono, salah satu anggota yang kadang mencari tempathunting melalui mesin pencari.

Dari pengalaman hunting, ia dan teman-temannya menemukan makam Yahudi di Slipi, Petamburan, Jakarta, di nisannya tertulis tahun 1955. Informasi yang tertulis dalam bahasa asing makin menggugah rasa ingin tahu. Seringkali, mereka menelusuri arti tulisan melalui mesin pencari.

Sedikit beruntung karena Deni, yang merupakan salah satu anggota dapat berbahasa China. Sehingga disela-sela hunting foto, ia selalu bercerita tentang asal muasal salah satu nisan, sebelum jeprat jepret Tidak semua kuburan tua terawat dengan baik. Selain karena tidak adakeluarga yang merawatnya, kuburan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ada kuburan yang terletak persisi dibelakang rumah penduduk.

"Jadi kalau buka pintu belakang langsung berhadapan dengan nisan," ujar Ruri. Malah di daerah Jakarta Barat, kuburan menjadi ruang bermain anak-anak penduduk setempat. Belum lagi, ceceran kondom yang sempat bertebaran dibalik salah satu nisan.

Kuburan bagaikan ruang publik yang keberadaannya makin minim di kota besar semacam Jakarta. Para anggota Indonesia Graveyard berawal dari penggemar sejarah. Mereka sering melakukan perjalanan bersama untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Ruri sering mengabadikan berbagai kuburan tua mendapatkan respons dari temannya. Akhirnya, mereka secara khusushunting di kuburankuburan tua.

Indonesia Graveyard masih tergolong muda, usianya baru sekitar setahun, berdiri pada 28 Januari 2017. Anggotanya masih tergolong sedikit, hanya empat orang.

Kadang-kadang, tidak semua anggota berkesempatan untuk hunting bersama setiap bulannya. Hanya, Ruri dan Deni yang tergolong rajin hunting dari satu kuburan ke kuburan yang lain. Meskipun dengan jumlah anggota minim, tidak menyurutkan semangat untuk hunting. din/E-6

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Brentford dan Fulham  Meraih Kemenangan dalam Liga Inggris

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Brentford dan Fulham  Mera...
Olahraga
Manchester United vs Bright...
Megapolitan
Aliran Sungai Cileungsi men...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.