Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LIPI Kukuhkan Tiga Profesor Riset

📅 Jumat, 27 Jul 2018, 05:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
LIPI Kukuhkan Tiga Profesor Riset Doc: ISTIMEWA
Ket. PENGUKUHAN | Tiga profesor riset yang dikukuhkan LIPI, Kamis (26/7) adalah sejarawan Asvi Warman Adam (kelima dari kiri), peneliti Kemendagri RI, Syachrunsyah Asri (kelima dari kanan), dan peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Sarip Hidayat (tengah).

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan tiga Profesor Riset baru. Ketiga ilmuan yang dikukuhkan menjadi Profesor Riset baru ini masing-masing mempunyai disiplin ilmu yang mumpuni, yakni bidang sejarah sosial politik, desentralisasi dan otonomi daerah serta kebijakan publik.Mereka adalah sejarawan Asvi Warman Adam, peneliti Kemendagri RI, Syachrunsyah Asri,dan Sarip Hidayat, peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI.

Dalam orasinya, Asvi mengungkapkan bahwa historiografi Gerakan 30 September (G30S) sejak tahun 1964 hingga 2017 dapat dibagi atas tiga periode. Pada periode pertama terjadi perdebatan tentang siapa dalam G30S, apakah Partai Komunis Indonesia (PKI) atau hanya masalah internal Angkatan Darat.

Dalam periode kedua, Orde Baru sudah berkuasa penuh dan melakukan monopoli sejarah, hanya satu versi yang diperbolehkan untuk diketahui masyarakat dan dipelajari siswa. Ketiga, kejatuhan Soeharto tahun 1998 menandai keberanian para korban berbicara dan menulis.

Asvi yang juga menjabat Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI itu mengungkapkan, dengan terbitnya buku John Roosa, dalih pembunuhan massal tahun 2008, menandai munculnya narasi baru yang utuh mengenai G30S. Kemudian pengakuan para 'pelaku' terlihat pada film Jagal (tahun 2012) dan Senyap (tahun 2014) yang dibuat Joshua Oppenheimer. Dalam bukunya, John Roosa berpendapat bahwa G30S itu adalah untuk melakukan pembunuhan massal. Pemberantasan PKI dilakukan dalam rangka penghancuran partai yang mengklaim memiliki 3 juta anggota yang merupakan pendukung utama politik pemerintahan Sukarno.

Oleh karena itu, Asvi merekomendasikan agar penyelesaian masa lalu dapat dilaksanakan secepatnya. Ia menyatakan, penyelesaian masa lalu sebetulnya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan utang bangsa untuk generasi yang akan datang. Ia menyarankan persoalan masa lalu seperti yang terjadi pasca G30S 1965 sebaiknya dipilah-pilah.

Beralih ke orasi yang disampaikan Sarip Hidayat, peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, dia memaparkan orasi ilmiah dengan judul 'Desentralisasi dalam Prespektif Relasi Negara dan Masyarakat: Mengurai Akar Persoalan dan Meretas Solusi Kebijakan Otonomi Daerah di Indonesia'. Di orasi tersebut, Sarip menuturkan tiga tipologi desentralisasi menurut tipe rezim politik, yaitu desentralisasi dalam rezim Demokrasi, pada rezim otoriter dan desentralisasi pada periode transisi demokrasi.

Sementara itu, Syachrunsyah Asri, Peneliti Kemendagri RI dalam orasinya mengupas topik 'Kebijakan dan Strategi Pemancingan di Kawasan Perbatasan Kaltim dan Kaltara'. Kawasan perbatasan perlu didesain sedemikian rupa melalui pendekatan kultural perpaduan bottom up dan top down guna melengkapi pendekatan yang sudah ada. rag/AR-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
Sekolah membutuhkan perbaik...
Luar Negeri
Italia Mendidih, 3 Orang Te...
Daerah
Kebakaran Bromo Meluas hing...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.