Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Krakatau Aktif Lagi

📅 Selasa, 26 Jun 2018, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anak Krakatau Aktif Lagi Doc: ANTARA/M Awaludin/Kristia
Ket. Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.

BANDAR LAMPUNG - Gunung Anak Krakatau meletus pada Senin (25/6). Berdasarkan catatan Badan Geologi, letusan yang terjadi pukul 07.14 WIB itu dibarengi dengan semburan abu dari puncak gunung setinggi 1.305 meter dari permukaan laut.

Kepulan abu vulkanik itu terlihat dari pos pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung. Hingga saat ini, tingkat aktivitasnya masih pada status Waspada atau level II.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, mengatakan Gunung Anak Krakatau terus mengalami peningkatan aktivitas sejak 18 Juni 2018.

Warga dan para wisatawan pun diimbau untuk tidak mendekat ke kawah gunung. "Pada umumnya, keseharian aktivitas Gunung Anak Krakatau secara visual sering tertutup kabut.

Apabila cuaca cerah teramati asap kawah utama dengan ketinggian 25-100 meter dari puncak. Bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga sedang," kata Andi Suwardi.

Sangat Berbahaya

Gunung Krakatau pernah meletus tanggal 27 Agustus 1883 dan menyemburkan awan panas serta menelan korban jiwa kurang lebih 36 ribu orang tewas. Letusan itu mengikabatkan tsunami terjadi hampir di sekeliling bumi.

Bahkan di sekitar pesisir pantai utara Pulau Jawa atau di sekitar Anyer dan Carita, Tsunami mencapai ketinggian 40 meter berdasarkan data US national Geophisycal Data Center.

Ombak besar saat itu juga melanda Hawaii, Amerika Selatan, bahkan sampai ke Prancis dan Inggris. Letusan Gunung Krakatau juga melontarkan isi perut bumi sebanyak 12 kilometer kubik. Lontaran material tersebut menutup langit dunia setinggi 50 km dalam 13 hari.

Di Jakarta, cuaca sangat dingin tidak seperti biasanya. Saking dahsyatnya ledakan Krakatau, letusannya yang seperti meriam terdengar sampai ke pedalaman Australia, Pulau Rodrigues, Samudera Hindia, bahkan sampai hampir terdengar ke 1/3 wilayah belahan bumi.

Beberapa tahun sesudahnya, matahari tertutup debu dalam jangka waktu yang lama, sedangkan temperatur bumi terganggu selama lima tahun sesudahnya sehingga normal kembali sekitar tahun 1888.

Tiga bulan setelah letusan (November 1883) terjadi kebakaran hebat di New York, sebagai efek dari langit karena partikel akibat dari letusan Gunung Krakatau. Padahal di saat bersamaan dilaporkan salju turun di sekitar AS setelah letusan Gunung Krakatau yang mahadahsyat itu. rag/P-4

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Passing PSIM Harus Dibenahi Usai Menahan Persita

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Passing PSIM Harus Dibenahi...
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.