Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perguruan Tinggi Mesti Lakukan Riset dan Inovasi

📅 Kamis, 03 Mei 2018, 05:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perguruan Tinggi Mesti Lakukan Riset dan Inovasi Doc: ISTIMEWA

BANDUNG - Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, pendidikan tinggi tidak sekadar jenjang studi, tetapi juga wahana mengembangkan riset untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan manusia Indonesia dan dunia.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhamad Nasir, mengatakan hal tersebut dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5).

"Perguruan tinggi harus melaksanakan riset serta inovasi. Apalagi, saat ini dengan dorongan revolusi industri 4.0, perguruan tinggi harus lebih sensitif terhadap segala perubahan yang terjadi di masyarakat dan peka terhadap tantangan yang dihadapi. Karena dengan kepekaan itulah, perguruan tinggi dapat secara cepat memberikan rekomendasi serta solusi untuk menjawab segala permasalahan," papar Menristekdikti.

Pada peringatan Hardiknas kali ini, Kemenristekdikti secara khusus mengusung subtema "Membumikan Pendidikan Tinggi, Meninggikan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia", dari tema nasional yakni "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan" yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kemenristekdikti juga terus memperluas akses bagi lulusan sekolah menengah atas untuk memasuki pendidikan tinggi melalui pembukaan maupun peningkatan daya tampung di PTN maupun PTS. Untuk relevansi, pemerintah terus mendorong agar pengelolaan program studi diarahkan pada kebutuhan pasar. Sedangkan dalam rangka mewujudkan peningkatan mutu, Kemenristekdikti juga terus mendorong agar PTN dan PTS senantiasa mendongkrak mutu lembaga dan proses pembelajarannya.

"Tiga pilar ini, meliputi akses, relevansi, dan mutu, diperlukan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas," tegasnya.

Pendidikan Jarak Jauh

Dalam kesempatan tersebut, Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan propgram pendidikan jarak jauh (PJJ).

Layanan PJJ Unpad ini merupakan pengembangan dari layanan e-Learning yang sudah lebih dahulu eksis di Unpad. Layanan e-Learning di Unpad pada awalnya lebih diutamakan sebagai suplemen perkuliahan, sekarang ditingkatkan fungsionalisasinya untuk bisa melaksanakan perkuliahan secara distance learning. Pengalaman pengelolaan e-Learning yang sebelumnya sudah lama berjalan, menjadi bekal penting untuk bisa melaksanakan program PJJ ini.

Pembukaan PJJ Unpad ditandai dengan diluncurkannya mata kuliah jarak jauh program Magister Inovasi Regional. PJJ dan semua layanan kegiatan pembelajaran daring Unpad dapat diakses di live.unpad.ac.id, portal yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas, menarik, dan interaktif bagi penggunanya.

Rektor Unpad, Trihanggona Ahmad, mengatakan Unpad sudah melaksanakan PJJ dengan Kabupaten Kalimantan Utara sehingga dapat meningkatkan kualitas pemerintah daerah dan masyarakat di sana.

"Tujuan PJJ selain untuk meringankan biaya, tidak perlu ke kampus, juga sebagai bagian usaha untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam membangun daerahnya, dengan kemampuan daerah," tegasnya.tgh/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Bendera Merah Putih sepanja...
Nasional
Persiapan jelang 9th GCMC I...

Pemasangan geomembran di TPST Bantargebang

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pemasangan geomembran di TP...

Pasokan air irigasi Bendungan Leuwikeris

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pasokan air irigasi Bendung...
Ekonomi
Kemenhub Turunkan Batas Mak...

SIG menghadirkan kembali Semen Kujang

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
SIG menghadirkan kembali Se...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.