Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keberadaan Dosen Asing untuk Tingkatkan Penelitian

📅 Kamis, 19 Apr 2018, 05:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keberadaan Dosen Asing untuk Tingkatkan Penelitian Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kem­ristekdikti), Ali Ghufron Mukti.

JAKARTA - Keberadaan dosen asing di Tanah Air tidak akan mengesampingkan keberadaan dosen lokal. Sebab, mereka harus bekerja sama dalam meningkatkan penelitian di kampus tersebut.

"Dosen-dosen asing itu nantinya akan membantu dosen-dosen kita dalam hal penelitian. Bagaimana cara bikin proposal, cara menulis, hingga melakukan penelitian bersama," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ali Ghufron Mukti, di Jakarta, Rabu (18/4).

Ia menambahkan, dosen-dosen asing tersebut nantinya akan membagikan pengetahuan bagaimana mengerjakan proposal, kemudian melakukan penelitian yang berkualitas, hingga menemukan hal-hal yang baru. "Nantinya, para dosen yang berkualifikasi dan berkelas internasional itu, kita harapkan bisa berkolaborasi mengangkat penelitian kita serta meningkatkan produktivitas terutama di kinerja perguruan tinggi," Katanya.

Ali Gfufron menambahkan, tugas utama dosen asing tersebut bukan untuk mengajar di kelas, namun bekerja sama mengangkat penelitian di kampus itu. Bukan berarti tidak boleh, namun harus didampingi dosen lokal.

Dosen asing tersebut, lanjut dia, bukan hanya dosen berkewarganegaraan asing, tetapi juga bisa warga negara Indonesia yang menjadi dosen di negara lain. "Program ini beririsan dengan program diaspora dan world class professor (WCP) yang kita adakan".

Untuk tahap awal, lanjut Ghufron, pihaknya akan mendatangkan sebanyak 200 dosen asing pada tahun ini. Mereka akan disebar di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Tanah Air.

Perbaikan Regulasi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Ainun Na'im mengatakan, Kemristekdikti akan melakukan perbaikan regulasi terkait home base dosen. "Jika sebelumnya, home base dosen ada di program studi, nanti tidak lagi, namun di fakultas atau nanti di universitas," ujarnya.

Selama ini, standar home base dosen berada di masing-masing program studi (prodi), yang mana masing-masing prodi jumlah dosen minimum adalah enam dosen.

Dalam perbaikan regulasi nantinya, kata Ainun, tidak lagi melihat home base dosen berdasarkan prodi tapi melihat keseluruhan rasio dosen dan mahasiswa wajar atau tidak. Rasio dimaksud dilihat dari waktu yang didedasikan oleh dosen untuk prodi tersebut atau disebut Full Time Equivallence (FTE).

"Kecukupan dosen diukur dengan rasio jumlah FTE dosen dibanding dengan jumlah FTE mahasiswa pada tingkat universitas, fakultas dan prodi," terang dia.

Dia menjelaskan FTE berarti bahwa ukuran jumlah dosen atau mahasiswa didasarkan pada ekivalen penuh waktu yaitu selama 37,5 jam per minggu atau 16 SKS per semester. "Misalnya dalam fakultas atau universitas, jumlah dosen ada 100 orang tetapi yang 50 orang bekerja paruh waktu sebanyak 18,75 jam per minggu maka jumlah dosen FTE sebanyak 75 orang. Jika jumlah mahasiswa FTE 300 orang maka rasionya 1/4. Jadi kita melihat FTE nya, tidak harus semua dosen penuh," jelas Ainun.

Dengan demikian, kata Ainun, syarat jumlah dosen yang mengajar di setiap prodi tidak mutlak enam dosen. Hal itu dikarenakan dosen yang mengajar di program studi jenjang sarjana, juga bisa mengajar di jenjang pascasarjana. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Daerah
Wali Kota Bandung Dorong So...
Megapolitan
Dukung Pelestarian Bahasa L...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.