Menikmati Santapan Khas Mojokerto
📅 Rabu, 28 Feb 2018, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: koran jakarta/SELOCAHYO
Kerajaan Majapahit yang berdiri sejak 1293-1500 M, merupakan monarki terbesar dalam sejarah Indonesia, yang sempat menguasai seluruh wilayah Nusantara hingga semenanjung Malaya. Kejayaan Majapahit pada masa lalu yang kaya akan warisan, telah menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikut, mulai dalam hal politik, kesenian, perdagangan, hingga sosial.
Pusat pemerintahan Majapahit pada zaman penguasa pertama, Raden Wijaya, berada di kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Situs purbakala Trowulan seluas 25 kilometer persegi yang sarat akan artefak kuno Majapahit, hingga kini masih terjaga dan diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.
Saat ini, Mojokerto modern menjadi salah satu kota teramai di Jawa Timur. Selain meninggalkan jejak sejarah yang agung, Mojokerto menyimpan aroma kelezatan kulinernya. Seperti apa kuliner khas Mojokerto?
Sambal Wader Segaran Mojokerto
Hampir setiap menu khas daerah memiliki kisah dan sejarahnya masing-masing. Begitu juga dengan Nasi Sambal Wader Segaran, khas Mojokerto. Dari namanya sudah terbayang iwak wader (ikan lunjar) menjadi bahan utamanya.
Sejak dulu, masyarakat Trowulan, telah menjadikan wader sebagai salah satu lauk favorit sehari-hari. Selain didapat dari sungai-sungai yang mengaliri kawasan Trowulan, warga juga diperbolehkan memanfaatkan ikan wader dari Kolam Segaran, yang dibangun pihak kerajaan sebagai waduk penampung air.
Sebagai salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit, Segaran dalam bahasa Jawa 'segara' yang berarti 'laut', adalah kolam berdinding bata merah yang dibangun para ahli kerajaan tanpa semen atau perekat apapun. Kolam dengan panjang 375 meter, lebar 175 meter, dan kedalaman 2,88 meter ini diakui oleh para antropologis sebagai kolam kuno terbesar di Indonesia.
Hingga kini warga sekitar masih menjadikan ikan wader sebagai santapan kegemaran mereka. Seiring popularitas Situs Trowulan sebagai tujuan wisata sejarah, mulai era 1990-an, sejumlah warga sekitar Kolam Segaran di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, mulai menjajakan Nasi Sambal Wader sebagai usaha kuliner.

Dengan mudah wisatawan akan menemukan puluhan warung Nasi Sambal Wader, yang berjajar tepat di depan situs Kolam Segaran.
Nasi Sambal Wader sendiri disajikan berupa sepiring nasi hangat, ikan wader goreng, lalapan sayur, serta sambal bumbu khas Trowulan yang berisi cabai, tomat, bawang merah, putih, dan jeruk nipis. Bahan-bahan itu diuleg dalam keadaan segar tanpa digoreng.
Soal rasa jelas istimewa. Meski ikan wader dapat dijumpai di daerah lain, namun menyantap hidangan ini dengan pandangan langsung ke hamparan permukaan Kolam Segaran yang tenang dan sarat mitos gaib, menjadi sensasi sendiri.
Ikan-ikan seukuran jari kelingking orang dewasa digoreng kering, menghadirkan rasa yang sangat gurih dengan tekstur daging super 'crunchy'. Rasa gurihnya yang khas melebihi kenikmatan menyantap ikan mujair goreng. Saking renyahnya, pengunjung dapat menyantap seluruh bagian ikan tanpa khawatir terkena bagian tulang wader.
Sambal bumbu yang disajikan di cobek (piring tanah liat) juga jaminan kepuasan bersantap. Dengan tingkat kepedasan yang pas, berpadu dengan sensasi manis tomat dan gula, sambal terasa segar dinikmati bersama irisan ketimun, daun kemangi, dan kubis.
Manfaat Ikan Wader
Ikan Wader atau Lunjar adalah ikan air tawar yang banyak hidup di sungai atau rawa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!