Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Meriset Pakan Alternatif dari Serangga

📅 Sabtu, 16 Sep 2017, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ilmuwan Meriset Pakan Alternatif dari Serangga Doc: ISTIMEWA

Jangkrik menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk daging, akan tetapi, harus ada alternatif pakan pengganti selain pakan ternak yang selama ini digunakan untuk jangkrik-jangkrik budidaya. Para ilmuwan dariSwedish University, Swedia berhasil menunjukan bahwa gulma dan produk sampingan dari pertanian bisa diandalakan sebagai pakan pengganti pakan ternak untuk budidaya jangkrik.

Riset ini sendiri dilakukan di Kamboja, dimana banyak anak di negara ini menderita kekurangan gizi dan kebutuhan akan protein yang murah sangat besar. Studi ini dipimpin oleh Anna Jansson, profesor fisiologi di Universitas Swedia dan hasilnya baru-baru dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

"Karena konsumsi serangga membawa manfaat pada iklim dan lingkungan, kami percaya bahwa kebiasaan ini akan menjadi lebih umum, juga di negara-negara Barat. Apa yang ditunjukkan oleh penelitian kami adalah bahwa memungkinkan produk pakan jangkrik untuk keberlanjutan jangkrik itu sendiri," kata Anna Jansson.

Saat ini serangga semakin dilirik sebagai alternatif daging yang ramah lingkungan, bahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut sebagai makanan masa depan untuk mengatasi populasi dunia yang terus berkembang. Di dunia Barat ada keengganan budaya untuk memakan serangga, tapi juga muncul rasa ingin tahu dan minat yang tinggi di kalangan ilmuwan untuk meneliti jangkrik ini.

Sementara Di belahan dunia lain, seperti Asia, ada tradisi untuk memakan serangga, dan beberapa spesies dianggap makanan lezat.. Banyak serangga juga nampaknya memiliki nilai gizi tinggi. Sejauh ini, orang terutama menangkap serangga liar, kemudian mengembangbiakannya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Di masa depan, jangkrik rasanya akan sangat berharga sebagai makanan. Saat ini jangkrik yang dipelihara dengan pakan ternak terbukti tumbuh dengan baik. Sayangnya, pakan ini terlalu mahal untuk orang miskin, dan bisa jadi malah mengalahkan kebutuhan lain babgi orang miskin.

Untuk menjadi makanan yang ramah iklim dan lingkungan, jangkrik harus dipelihara secara ekonomis misanya dengan residu atau gulma dalam pertanian yang harganya cukup murah. Apa yang Anna Jansson dan rekan-rekannya sekarang tunjukkan adalah bahwa ada gulma dan residu yang bekerja sebaik pakan ternak untuk jangkrik liar Kamboja.

Kini rekomendasi mereka disampaikan kepada orangorang yang ingin mengembangbiakan jangkrik di Kamboja. Sejumlah gulma dan berbagai residu dari produksi pertanian dan produksi pangan lainnya diuji dalam penelitian ini. Saat ini komoditas ini tersedia secara gratis yang berarti bahkan orang-orang yang sangat miskin pun bisa memelihara jangkrik, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sendiri.

Bahan terbaik adalah kulit singkong dan rutidosperma Cleome rhealides (Fringed Spider Flower atau Purple Cleome), keduanya bisa dijadikan pakan jangkrik.

nik/berbagai sumber/E-6

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Luar Negeri
Ethiopia Memanas Lagi, Bant...
Luar Negeri
Russia Tidak Tinggal Jika N...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.