Menyusuri Alam Bawah Laut Lombok
Sabtu, 09 Sep 2017, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SHarlik Reef yang berada di antara Gili Trawangan dan Gili Air, memiliki keistimewaan tersendiri karena dengan mudah penyelam dapat berjumpa dengan penyu. Hal ini tidak mengherankan karena Pulau Gili Trawangan sudah cukup lama menjadi salah satu lokasi penangkaran hewan yang dilindungi itu.
Meski berada di habitat asli, dengan tubuhnya yang besar dan berat, penyu berenang dengan gerakan yang lamban, membuat penyelam leluasa menikmati momen yang indah dan anggun tersebut.
Pengalaman nyelam makin seru karena perairan Harlik Reef juga dihuni oleh hiu. Jenis yang banyak ditemukan adalah jenis white tip shark, sehingga aman karena termasuk jenis yang tidak memangsa manusia. Panjang white tip shark tidak terlalu besar, sekitar satu sampai dua meter saja. Mereka nampak hilir mudik di selasela batuan karang di dasar yang menjadi tempat persembunyiannya.
Tengah hari setelah istirahat makan, para penyelam melanjutkan perjalanan dengan perahu ke Gili Meno untuk melakukan penyelaman di Meno Wall. Kata "Wall" yang berarti dinding menunjukkan lokasi penyelaman berada di tebing dari ngarai dasar laut. Di sini, penyelam berenang menyusuri kontur tebing yang berliku sedalam 25 meter yang dipenuhi aneka terumbu koral warna-warni dan ratusan jenis ikan di sekelilingnya. Sebuah pengalaman yang menakjubkan!
Soft coral yang tumbuh di Meno Wall termasuk subur, besarnya bisa mencapai dua meter, dengan ikanikan kecil yang ditemui, seperti blue tang dan clown fish (nemo). Puas menikmati lukisan alam bawah laut, rombongan pun kembali ke hotel dan memilih untuk menu Korea hasil masakan salah satu peserta yang berasal dari Negara Ginseng itu.
Secret Garden
Hari terakhir penyelaman, anggota Triton menjatuhkan pilihan pada Secret Garden sebagai tujuan pamungkas pesta petualangan bawah laut. Entah mengapa, lokasi yang berada di perairan Gili Trawangan itu dinamai Secret Garden, padahal sudah bukan menjadi rahasia keindahan bawah laut Lombok telah memukau banyak mata penyelam.
Yang jelas, memang begitu banyak pesona keindahan yang dapat ditemui, dan hanya dapat dinikmati dengan scuba diving di Secret Garden. Seperti jajaran terumbu karang yang subur, penyu berkeliaran, ikan-ikan kecil, dan juga hiu. Bahkan, rombongan sempat menjumpai blue dan yellow ribbon eel di sini. Ribbon eel adalah belut laut, hewan hermaphrodite ini bersembunyi disela-sela karang, membuka mulutnya untuk menakut-nakuti. Namun, karena warnanya yang indah dan gemulai gerakannya, justru menarik untuk didekati. SB/E-3
Berjuang Melawan Arus Kuat
Setelah puas menikmati sajian lukisan alam laut Gili Trawangan, rombongan pun melanjutkan perjalan sambil menikmati makan siang, menuju Meno Slope. Dive spot yang ada di sekitar Gili Meno ini berkontur slope alias landai. Meski landai, para penyelam harus berjuang melawan arus yang cukup kuat.

Suatu pengalaman yang menegangkan, dalam keremangan biru gelap lautan dan keheningan yang menyelimuti, kita harus menjaga ritme selam agar jangan sampai kehilangan arah dalam lautan. Pada sisi lain, penyelam dapat memanfaatkan arus bila dirasa searah dengan tujuan penyelaman, sehingga tak perlu lagi bersusah payah mengayunkan kaki katak.
Keseruan lain menyelam di Meno Slope adalah saat seseorang ingin melihat lebih lama pada sebuah objek, maka penyelam harus memilih karang yang kuat untuk menempatkan hook (pengait).
"Tujuannya agar tidak terbawa arus. Kekompakan grup, buddy system, dan dive plan yang baik sangat diperlukan untuk setiap penyelaman, terutama di tempat yang berarus," kata Kordinator Komunitas Triton, Sam Anindito.
Usaha keras para anggota Triton tak sia-sia, saat menjumpai seekor hewan unik berbentuk seperti daun, leaf scorpionfish. Gerakannya yang lembut gemulai melambai-lambai diterjang arus begitu mencuri perhatian. Namun, disarankan untuk berhati-hati terhadap ikan ini, jangan tersentuh tangan. Meski racunnya tidak sekuat scorpion fish, tetap saja menyakitkan jika terkena sengatnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!