Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

3.000 Tarantula Diselundupkan dalam Kaus Kaki Kotor Nyaris Terbang ke Jerman

6 Jumat, 06 Nov 2026, 16:49 WIB | Oleh:
3.000 Tarantula Diselundupkan dalam Kaus Kaki Kotor Nyaris Terbang ke Jerman 3.000 Tarantula Diselundupkan dalam Kaus Kaki Kotor Nyaris Terbang ke Jerman Doc: Istimewa
Ket. Menurut Interpol, aktivitas kriminal tersebut menghasilkan sekitar 20 miliar dolar AS setiap tahun di seluruh dunia.

LIMA – Cara tak biasa digunakan penyelundup satwa liar untuk membawa ribuan tarantula keluar dari Peru. Sebanyak lebih dari 3.000 laba-laba berbisa itu ditemukan petugas bandara tersembunyi di dalam kaus kaki kotor yang dimasukkan ke tiga koper.

Ribuan tarantula tersebut diketahui akan dikirim ke Jerman. Jika berhasil diperdagangkan, nilai keseluruhan satwa itu diperkirakan mencapai 1,5 juta euro atau sekitar 1,5 juta dolar AS?

Dilansir dari The Guardian, pengungkapan penyelundupan ini bermula ketika petugas melakukan pemeriksaan rutin di Bandara Internasional Jorge Chávez, Lima, Peru. Mereka mencurigai adanya gerakan tidak biasa dari dalam koper milik dua warga negara Jerman dan seorang warga Polandia.

Setelah diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan ribuan laba-laba yang disembunyikan di dalam kaus kaki kotor.

Teknisi pengendalian satwa liar dari Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional Peru (SERFOR), Cora Suarez, mengatakan petugas awalnya melihat sesuatu bergerak di dalam koper.

"Kami memperhatikan bahwa beberapa di antaranya bergerak. Ada yang kecil dan ada yang besar," kata Suarez kepada Agence France-Presse (AFP), Kamis.

Menurut Suarez, satu ekor tarantula dapat dijual dengan harga sekitar 500 euro atau setara 560 dolar AS di pasar Eropa. Dengan jumlah lebih dari 3.000 ekor, nilai perdagangan ilegal tersebut diperkirakan bisa menembus 1,5 juta euro dalam satu kali pengiriman.

Laba-laba yang ditemukan berasal dari sejumlah wilayah di Peru. Kondisinya pun beragam, mulai dari telur, anakan hingga tarantula dewasa.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penyelundupan itu bukan sekadar membawa beberapa ekor satwa eksotis, melainkan upaya memindahkan ribuan individu dalam berbagai tahap perkembangan untuk diperdagangkan di luar negeri.

Tiga warga negara Eropa yang diduga terlibat langsung diamankan oleh polisi khusus penanganan kejahatan lingkungan. Mereka selanjutnya akan menghadapi proses hukum pidana.

Kasus ini kembali menyoroti besarnya keuntungan yang diperoleh dari perdagangan satwa liar ilegal. Menurut Interpol, aktivitas kriminal tersebut menghasilkan sekitar 20 miliar dolar AS setiap tahun di seluruh dunia.

Perdagangan ilegal satwa liar juga menjadi salah satu penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati di berbagai belahan dunia.

Penyelundupan ribuan tarantula dari Peru ini menjadi gambaran bagaimana satwa yang semestinya hidup di habitat alaminya justru dijadikan komoditas bernilai tinggi melalui jaringan perdagangan ilegal lintas negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.