Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Pudarnya Interaksi Sosial Langsung di Era Digital

📅 Selasa, 11 Jul 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pudarnya Interaksi Sosial Langsung di Era Digital Doc: istimewa

Mulai sekitar 2011 - 2012 dan sampai saat ini, kita akan lebih mudah memprediksi apa yang sedang dilakukan orang di tempat umum. Sebagian besar akan melihat ke bawah dan sibuk mengotak-atik ponsel pintar, lantas apa yang terjadi pada ruang sosial mereka?

Sebelum teknologi smartphone mendominasi, selama bertahun-tahun, ponsel tidak banyak yang bisa dilihat. Layarnya kecil, dan pengguna perlu menekan tombol yang sama beberapa kali untuk mengetik satu huruf dalam sebuah teks. Tetapi, 10 tahun kemudian, tepatnya pada 29 Juni 2007, Apple merilis seri iPhone pertamanya.

Dalam kurun waktu 6 tahun, mayoritas orang AS memiliki teknologi telekomunikasi pintar ini, yang pada saat itu terapan teknologi yang dilakukan Apple memang tergolong revolusioner, lebih cepat daripada teknologi yang ada sebelumnya.

"Sesekali sebuah produk revolusioner muncul dan mengubah segalanya," kata mantan CEO Apple, Inc Steve Jobs saat konferensi pers perkenalan iPhone, seperti dikutip dari livescience.com.

Saat ini smartphone menjelma menjadi alat yang paling dibutuhkan di muka bumi. Melalui kemampuannya, smartphone dapat menghubungkan serta memberikan informasi kepada kita tentang perkembangan dunia tanpa batas melalui internet. Bahkan melalui smartphone, Anda bisa mengirim pesan dengan mudah, atau sekedar memesan kamar hotel tanpa sedikit pun melangkahkan kaki Anda untuk mencari mana yang pas dan cocok di kantong Anda.

Kendati memiliki andil besar pada kehidupan masyarakat, kemajuan teknologi tak terlepas dari persoalan. Menurut penelitian, kenyamanan ini mampu membuat seseorang kecanduan terhadap handset pintarnya.

Studi demi studi mengungkap hal yang serupa, khususnya di ranah pisikologi, persoalan tersebut merujuk pada kesehatan mental serta hubungan antar sesama yang cenderung "berubah".

Dan gangguan ini akan tampak jelas menimpa generasi pertama anak-anak yang tumbuh dengan smartphone. Seiring pertumbuhannya hingga mencapai usia dewasa, di sini kita akan terang menderang melihat seberapa besar efek samping dari kecanduag smartphone pada anak.

Pada awalnya, sosiolog Sherry Turkle menjelaskan, pengguna smartphone akan berkumpul bersama, bukan untuk berinteraksi melainkan berbagi apa yang ada di telepon mereka. "Seiring berjalannya waktu, tidak banyak yang terjadi dan lebih dari apa yang saya sebut kebersamaan. Ini merupakan teknologi yang mengisolasi. Ini sebenarnya mesin impian dan Anda hanya terpesona oleh dunia yang bisa Anda temukan di layar ini," katanya dalam film dokumenter Steve Jobs: The Man in the Machine. ima/R-1

Stres dan Tertekan

Dalam tata cara berinteraksi di era teknologi orang lebih cenderung membahas apa yang sebenarnya terjadi di dunia maya. Hal yang berbau viral menjadi hal meng-asyikan untuk dibahas bersama, dan persoalan ini kian rumit ketika informasi yang mereka terima itu ternyata pemahaman yang menjerumuskan atau berita palsu (hoax).

Kemudian perbedaan mendasar interaksi seseorang dengan sesamanya beralih sedemikian besarnya melalui sosial media. Semua perasaan susah, senang atau sekedar bercerita soal liburannya di suatu tempat, semua terpampang secara daring. Yang kemudian percakapan panjang pun terjadi dikolom komen, yang tersaji di setiap sosial media.

Sebenarnya jika dicari-cari keuntungannya, memang sosial media mampu mempertemukan semua orang tanpa ada batasan. Tetapi semakin banyak penelitian menunjukan bahwa komunikasi elektronik tidak seperti interaksi tatap muka. cara-cara baru ini, justru lebih dinilai memiliki konsekuensi negatif, khususnya bagi kesehatan mental.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Greenland Tolak Mentah-ment...

BMKG: Kaltim Berpotensi Alami Kemarau Panjang

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Kaltim Berpotensi Ala...

BMKG Deteksi 40 Titik Panas di Babel

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Deteksi 40 Titik Panas...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.