Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Risiko 'Long Covid' yang Masih Mengintai, BRIN Ungkap Berbagai Ciri-cirinya

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 19:13 WIB | Oleh:
Waspada! Risiko 'Long Covid' yang Masih Mengintai, BRIN Ungkap Berbagai Ciri-cirinya Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis keempat di Balai Kota Jakarta.

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Biomedis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Hotma Martogi mengungkapkan berbagai ciri-ciri dan risiko dari long Covid yang masih menjadi ancaman pascapandemi Covid-19.

Dalam paparannya pada diskusi di Jakarta, Selasa (12/8), Hotma menjelaskan sebagian orang masih mengalami gejala seperti Covid-19 yang menetap hingga berbulan-bulan, di mana kondisi ini dikenal sebagai long Covid.

"Fase ini yang disebut sebagai fase pasca-akut, atau bisa disebut sebagai long Covid," kata dia.

Ia memaparkan gejala long Covid tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.

"Fatigue paling banyak ditemui pada populasi long Covid, diikuti dengan sesak nafas dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)," katanya.

Ia menjelaskan kriteria long Covid menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meliputi riwayat infeksi SARS-CoV-2 dengan gejala yang muncul atau berlanjut setidaknya tiga bulan sejak awal serangan (onset), dan berlangsung selama minimal dua bulan.

Gejala tersebut, katanya, dapat bersifat kambuhan atau terus-menerus tanpa penyebab lain yang jelas.

Risiko long Covid, kata dia, lebih tinggi pada perempuan, lansia, pasien dengan Covid-19 pada tingkat yang parah, penderita dengan lebih dari satu penyakit penyerta (komorbid), pasien dengan perawatan rumah sakit berkepanjangan, serta individu dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi atau obesitas.

"Perempuan itu lebih berisiko mengalami long Covid meskipun belum dapat dijelaskan secara pasti," ucapnya.

Secara statistik, Hotma menyebut, prevalensi long Covid secara global pada 2025 mencapai 36 persen, dengan angka di Asia sebesar 35 persen dan di Indonesia antara 31 hingga 39 persen.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2022 bahkan menunjukkan satu di antara lima orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kondisi ini.

Kabar baiknya, ujarnya, vaksinasi minimal dua dosis terbukti dapat menurunkan risiko long Covid, dalam bentuk pengurangan tingkat keparahan Covid-19, replikasi virus terhambat, dan persistensi virus dicegah.

"Vaksin mengawal sistem imun dengan mengenali SARS-CoV-2 sehingga mempercepat proses netralisasi dan eliminasi," demikian Hotma Martogi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.