Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengatasi Premanisme Ormas Dukung Penciptaan Iklim Investasi Kondusif

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mengatasi Premanisme Ormas Dukung Penciptaan Iklim Investasi Kondusif Doc: istimewa
Ket. Ketua Umum HKI Sanny Iskandar - Biasanya ormas tersebut meminta diikutsertakan dalam proses pembangunan ataupun aktivitas pabrik.

JAKARTA – Keluhan pengusaha kawasan industri terkait organisasi masyarakat (ormas) yang kerap mengganggu kenyamanan investasi harus direspons pemerintah secara serius. Sebab, fenomena ini menambah deretan masalah yang merusak iklim investasi di Tanah Air.

Aparat penegak hukum tak boleh membiarkan ormas mengganggu kenyamanan investor. Sebab, jika tak dikendalikan iklim investasi di RI makin buruk di mata investor global sehingga dapat mengancam perkembangan kawasan industri.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan aksi premanisme ini suatu kerugian besar. "Artinya pemerintah belum cukup memotivasi investor untuk melakukan investasi di Indonesia," ucapnya kepada Koran Jakarta, Jumat (7/2).

Dipaparkan Esther, syarat utama untuk bisa menarik investasi adalah kepastian regulasi karena masih ada inkonsistensi peraturan pemerintah antar kementerian, antar pusat dan daerah. Kebijakan antar pemimpin satu dengan yang lain tak konsisten.

Berikutnya, lanjut Esther, pendanaan dari bank domestik harus murah karena selama ini masih dirasa mahal dan sulit. Padahal, pendanaan dari asing murah dan proyek bisa menjadi jaminan. "Perlu peraturan yang jelas terkait ketenagakerjaan terutama antara lokal dan asing. Proporsi tenaga kerja asing yang seharusnya menurun trend-nya seiring berkembangnya perusahaan tersebut," ungkap Esther

Syarat lainnya, tarif pajak juga harus jelas selama 3-5 tahun sehingga investor bisa mengestimasi biaya dan profitnya.

Senada, pengamat kebijakan publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi menilai ulah ormas ini menambah kompleksitas masalah investasi di Indonesia. "Lemahnya penegakan hukum dapat menimbulkan ketidakpastian dalam dunia usaha dan merusak iklim investasi," tegasnya.

Badiul menegaskan kendala investasi di Indonesia memang banyak, termasuk penegakan hukum yang tak optimal. Karenanya, pemerintah harus memastikan keamanan investasi dari berbagai aspek.

Pemerintah, lanjutnya, sedang gencar berusaha menarik investor masuk ke Indonesia dengan membangun kawasan Industri di beberapa daerah. Salah satu tujuannya untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

Namun, Badiul memperingatkan keamanan dan kenyamanan sering tidak begitu mendapat perhatian, sehingga yang ada investor membatalkan investasinya. Untuk itu, menurutnya, koordiansi dengan pemerintah daerah (pemda) harus diperkuat guna meminimalisir berbagai praktik yang justru membuat investor kabur.

Alami Kerugian

Seperti diketahui, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyatakan mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat investasi yang batal dan keluar dari kawasan industri, sebagai dampak dari premanisme ormas.

Ketua Umum HKI Sanny Iskandar, ditemui usai dialog optimalisasi kawasan industri, di Jakarta, Kamis (6/2), mengungkapkan ormas tersebut menyebabkan gangguan keamanan karena masuk ke kawasan industri untuk melakukan demonstrasi. “Biasanya ormas tersebut meminta diikutsertakan dalam proses pembangunan ataupun aktivitas pabrik,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.