Wamenpar Puspa Sentil Keras: Promosi Lemah, Desa Wisata Sulit Melesat!
📅 Sabtu, 06 Des 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Promosi desa wisata memegang peranan penting dalam meningkatkan visibilitas potensi lokal yang selama ini kerap tersembunyi. Tanpa strategi promosi yang tepat, daya tarik budaya, alam, dan produk kreatif desa sulit bersaing di tengah ketatnya pasar pariwisata.
Promosi yang terarah mampu menarik wisatawan baru, memperpanjang lama kunjungan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, eksposur yang lebih luas dapat menarik masuk investasi, memperkuat jejaring pemasaran, hingga memacu tumbuhnya usaha mikro dan kreatif di desa.
Namun, promosi harus diiringi dengan kesiapan layanan, tata kelola, dan keberlanjutan lingkungan agar pertumbuhan tidak merusak karakter desa. Dengan pendekatan terpadu, promosi desa wisata dapat menjadi motor penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti bahwa kurangnya promosi menjadi salah satu tantangan untuk mengembangkan desa wisata di Indonesia.
"Kemudian yang juga perlu kita benahi sama-sama juga di desa wisata adalah soal promosi," kata Ni Luh dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 di Jakarta, Jumat (6/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ni Luh menyebut tantangan lain yang dirasakan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan di desa wisata, sehingga menjadi tugas pemerintah terkhususnya Kementerian Pariwisata dalam memberikan pendampingan.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dalam membangun reputasi pariwisata Indonesia yang kredibel, kompetitif untuk memperluas pengakuan di tingkat internasional yakni melalui diselenggarakannya Wonderful Indonesia Awards 2025.
WIA ini juga menjadi proses kurasi bagi pemerintah untuk memasukkan desa wisata yang diajukan sebagai nominasi untuk "Best Tourism Village" UN Tourism.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentu ini menjadi aspek penilaian untuk apakah kemudian mereka memenuhi persyaratan-persyaratan bisa masuk ke UN Tourism tahun depan.Jadi sebenarnya Wonderful Indonesia Award ini diharapkan menjadi kurasi awal sebelum kemudian mereka masuk ke tahap internasional nanti," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata berupaya mendorong pengelola destinasi dan pemangku kepentingan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat tata kelola pariwisata yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan WIA 2025.
Acara itu juga dimaksudkan untuk memberikan apresiasi pada kerja keras setiap pelaku industri, asosiasi dan pelaku UMKM yang terlibat di sektor pariwisata.
"Kami bersama-sama mengapresiasi semua pihak, sehingga menjadikan penyemangat semua yang terlibat di industri wisata agar tetap bekerja keras, lebih inklusif, lebih berkelanjutan dan berdaya saing," ujar Widiyanti.
Wonderful Indonesia Awards dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus mekanisme kompetisi yang mendorong pengelola destinasi dan pemangku kepentingan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.
Melalui pemberian penghargaan bagi desa wisata, daya tarik wisata, kelompok sadar wisata, serta toilet bersih di daya tarik wisata, Kementerian Pariwisata memastikan standar layanan, kebersihan, dan tata kelola destinasi terus meningkat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!