Wamenag: Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Layanan Kemanusiaan
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 13:39 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga harus menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Agama tidak berhenti pada ritual. Rumah ibadah harus menjadi pusat pelayanan kemanusiaan. Dari sini lah nilai kasih sayang, kebajikan, dan persaudaraan tumbuh dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Romo Syafi’i dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/2).
Romo Syafi'i menekankan bahwa kehadiran rumah ibadah harus mampu memperkuat solidaritas, mengurangi penderitaan, dan merawat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Peran rumah ibadah sebagai pusat pelayanan kemanusiaan sejalan dengan paradigma beragama yang dikembangkan Kementerian Agama, yakni menjadikan agama sebagai kekuatan pemersatu dan penopang ketahanan sosial nasional.
“Inilah wajah agama yang kami dorong di Kementerian Agama,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rumah ibadah sebagai pusat layanan keagamaan itu tercermin di Vihara Mahavira Graha, Jakarta. Kala itu, Romo Syafi'i menyaksikan langsung pembagian sekitar 4.000 parcel dan angpau Imlek yang diinisiasi Asosiasi Buddhist Center Indonesia dalam menyambut Imlek.
Menurutnya, pembagian ribuan parsel dan angpau Imlek itu bukan sekadar bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga wujud tanggung jawab sosial umat beragama terhadap lingkungan sekitarnya.
Bagi dia, praktik keberagamaan yang berdampak sosial merupakan fondasi penting dalam membangun harmoni dan persatuan bangsa. Wamenag mengapresiasi peran Vihara Mahavira Graha yang secara konsisten menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pemberian angpau dan bingkisan cinta kasih bukan hanya membagi parcel, tetapi merawat sesuatu yang jauh lebih penting, yakni persaudaraan dan persatuan bangsa. Di tengah ketegangan global, Indonesia memilih jalan yang berbeda,” ujar Wamenag.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!