Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh.... Susu Bayi Mengandung Racun, Produk Susu Formula di 49 Negara Ditarik, Bagaimana di Indonesia?

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Waduh.... Susu Bayi Mengandung Racun, Produk Susu Formula di 49 Negara Ditarik, Bagaimana di Indonesia? Doc: ist
Ket. susu formula

JAKARTA – Susu menjadi asupan vital bagi bayi untuk usia tertentu, apalagi untuk ibu yang tidak lagi mampu mengeluarkan air susu ibu. Salah satu susu yang banyak dikonsumsi bayi adalah produk Nestle.

Namun, belakangan Nestle harus menarik susunya yang beredar di 49 negara. Racun bisa membuat mual, muntah, dan kram perut. Penarikan terkait potensi kontaminasi pada merek produk susu formula bayi SMA, BEBA, dan NAN

Penarikan sudah berlangsung sejak Desember 2025 lalu. Produk susu formula tersebut dipasarkan di berbagai wilayah, terutama Eropa, Turki, hingga Argentina. Dari daftar penarikan, sepertinya taka da di Indonesia. Kontaminasi yang diduga berasal dari cereulide, racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus, bakteri yang dikenal sebagai penyebab keracunan makanan.

Hingga saat ini, Nestle mengeklaim belum ada laporan penyakit atau kasus kesehatan yang secara langsung terkait dengan produk yang ditarik. Meskipun demikian, total 49 negara terkena dampak penarikan ini, tidak termasuk di Amerika Serikat.

Produk yang ditarik bervariasi di setiap negara. Namun, secara umum, susu formula bayi SMA, BEBA, dan NAN, yang sebagian besar dijual di negara-negara Eropa. Ini menjadi fokus utama penarikan.

Setelah pengumuman penarikan, Nestle melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak lainnya yang digunakan dalam produksi susu formula bayi. Perusahaan juga telah mengaktifkan pemasok alternatif untuk memastikan keamanan bahan baku di masa mendatang.

Kasus Malaysia

Ketika Nestle mulai menarik susu formula bayinya dari rak-rak toko bulan lalu karena kekhawatiran akan kontaminasi dengan racun berbahaya, seorang ayah asal Malaysia, Mukhriz Hazim, merasa kepercayaannya pada perusahaan makanan terbesar di dunia itu mulai goyah.

Sejak berita tentang kekhawatiran kontaminasi pertama kali muncul terutama di Eropa pada bulan Desember sebelum menyebar ke seluruh dunia, ayah berusia 33 tahun itu mulai meneliti daftar bahan pada setiap kotak susu formula dengan ketelitian yang hampir seperti forensik.

“Jika perusahaan nutrisi besar menjual produk yang sarat dengan penarikan dan kemungkinan kontaminan, siapa yang akan kita percayai sebagai orang tua?” tanya Mukhriz, dikutip SCMP.com, yang putrinya berusia dua bulan.

Nestle mengumumkan pekan lalu bahwa beberapa merek susu formulanya – termasuk BEBA, SMA, dan Alfamino – ditarik sebagai tindakan pencegahan setelah ditemukan jejak cereulide, racun bakteri yang mampu menyebabkan penyakit parah, dalam minyak pemasok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.