Wabah Hantavirus di Kapal Hondius, WHO Peringatkan akan Muncul Lebih Banyak Kasus
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 10:24 WIB | Oleh: Tim PenulisJENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis (7/5), mengatakan kasus hantavirus dapat muncul lebih banyak lagi setelah penyakit tersebut menewaskan tiga penumpang dari sebuah kapal pesiar, tetapi mereka memperkirakan wabah tersebut akan terbatas jika tindakan pencegahan dilakukan.
Seorang penumpang lain yang sakit di kapal pesiar MV Hondius mendarat di Eropa pada hari itu, saat kapal menuju Kepulauan Canary Spanyol dan para pejabat kesehatan berupaya keras memetakan wabah strain yang berpotensi mematikan dan menular dari manusia ke manusia.
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang di dalamnya meninggal, meskipun para pejabat kesehatan telah meredakan kekhawatiran akan wabah global yang lebih luas dari virus yang ditularkan tikus ini.
Sepasang suami istri asal Belanda yang telah berkeliling Amerika Selatan sebelum menaiki kapal di Ushuaia, Argentina pada tanggal 1 April merupakan korban jiwa pertama.
Otoritas kesehatan Argentina mengatakan pada hari Kamis, mereka belum dapat memastikan di mana wabah itu bermula.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan informasi yang diberikan sejauh ini oleh negara-negara yang terlibat dan badan-badan nasional yang berpartisipasi, tidak mungkin untuk memastikan asal mula infeksi tersebut," kata kementerian kesehatan setelah pertemuan dengan pihak berwenang dari seluruh 24 provinsi Argentina.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan di Jenewa, secara keseluruhan telah dilaporkan lima kasus yang dikonfirmasi dan tiga kasus yang diduga, termasuk tiga kasus kematian.
"Mengingat masa inkubasi virus Andes, yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan," katanya, merujuk pada strain langka yang terdeteksi di atas kapal Hondius, yang dapat menular antar manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pusat Medis Universitas Leiden di Belanda kemudian mengumumkan bahwa pasien lain juga dinyatakan positif.
Namun, direktur siaga dan respons darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, mengatakan ia yakin wabah ini akan "terbatas" jika "langkah-langkah kesehatan masyarakat diterapkan dan solidaritas ditunjukkan di semua negara."
Orang-orang yang diduga atau diketahui telah tertular virus tersebut sedang dirawat atau menjalani isolasi di Inggris, Jerman, Belanda, Swiss, dan Afrika Selatan.
Penyakit Langka
Hantavirus adalah penyakit pernapasan langka yang biasanya menyebar dari hewan pengerat yang terinfeksi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan jantung serta demam berdarah. Tidak ada vaksin dan tidak ada obat yang diketahui.
Seorang penumpang diduga tertular virus sebelum menaiki kapal di Argentina dan menginfeksi penumpang lain di kapal saat berlayar melintasi Samudra Atlantik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!