Vokal.ai, Kembangkan Aplikasi Ngaji Berbasis Kecerdasan Buatan
📅 Selasa, 05 Mar 2024, 20:51 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
JAKARTA - Perusahaan pelopor penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pendidikan Bahasa Indonesia, Vokal.ai meluncurkan inovasi terbarunya berupa aplikasi belajar mengaji bernama Ngaji.ai. Aplikasi digital berbasi teknologi tersebut membantu pengguna dari segala umur mengkaji Alquran secara mandiri.
Teknologi AI yang dikembangkan Vokal.ai membuat aplikasi ini mampu mendeteksi akurasi pelafalan bacaan Alquran melalui teknologi Automatic Speech Recognition (ASR). Dengan cara ini pengguna bisa belajar secara mandiri dari mana saja kapan saja.
Co-founder Ngaji.ai Prof. Dr. Sutarto Hadi, memaparkan, mengacu pada survei Bimas Islam, 91 persen warga muslim memiliki pandangan bahwa kemampuan membaca Alquran penting untuk dimiliki. Selama ini, orang tua biasanya memanggil guru untuk belajar mengaji di rumah, atau mendaftarkan anaknya ke TPA/TPQ, dan jarang ada pilihan lain.
"Selain itu, ada juga keinginan memperdalam kemampuan membaca ayat-ayat suci Alquran di diri muslim dewasa, namun ada rasa malu dan enggan untuk belajar lagi dari guru," papar dalam konferensi pers peluncuran aplikasi tersebut di Jakarta Selasa (5/3).
Dengan latar belakang itulah kada Sutarto, diluncurkan Ngaji.ai, aplikasi berbasis artificial intelligencedanautomatic speech recognition.Aplikasi ini yang dapat memberi umpan balik (feedback) untuk membantu pengguna mengetahui apakah pengucapannya sudah benar atau belum.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Aplikasi ini juga menjawab tantangan proses belajar mengaji yang lebih fleksibel dan tanpa batas, sehingga siapapun bisa belajar mengaji di manapun, kapanpun dan di usia berapapun, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar mengaji," terang Guru Besar FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin ini.
COO Vokal.ai Vanya Sunanto menerangkan, pembelajaran dengan Ngaji.ai menerapkan sitem penilaian (scoring system), sehingga pengguna akan mendapatkan nilai ketika menyelesaikan materi belajar dan mengerjakan latihan. Selain itu pengguna juga bisa memantau kemajuan belajarnya yang dibagi menjadi 3 tahapan yaitu pemula, menengah, dan mahir, yang diukur berdasarkan total skor yang dikumpulkan.
"Terdapat juga papan peringkat sebagai salah satu fiturgamificationyang bertujuan untuk meningkatkan motivasi pengguna untuk belajar terus. Pengguna juga dapat melihat detail pencapaian yang didapat oleh pengguna lain, serta dapat membagikan pencapaian ke media sosial," terangnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak fitur yang dapat dinikmati melalui Ngaji.ai, salah satunya, pengguna dapat mengetahui jadwal salat berdasarkan lokasi, dengan notifikasi waktu salat dan berbuka, serta mengetahui arah kiblat dengan koordinat yang tepat. Bagi pengguna yang ingin memeriksa kemampuan tadarus, fitur ASR pada menu tadarus bisa mendeteksi kelancaran pengguna mengaji.
Fiturexam juga dapat memastikan pengguna sudah menguasai materi dengan tepat atau masih ada area yang bisa diperbaiki. Ngaji.ai juga memiliki fitur rekomendasi ayat setiap hari untuk pendalaman ayat-ayat Alquran selama bulan Ramadan.
Founder Vokal.ai Martijn Enter mengunkapkan, aplikasi Ngaji.ai telah dikembangkan bersama oleh para ahli asal Indonesia dan Belanda sejak 2020. Keduanya mengambangkan apliasi berdasarakan teknologi di bidang pengumpulan data (data collection), materi pembelajaran mengaji, IT, dan pembelajaran mesin (machine learning).
"Menurut pendapat saya, masa depan AI di dunia pendidikan Indonesia memiliki potensi yang besar sekali untuk kemajuan dan transformasi. AI dapat menyesuaikan pengalaman belajar berdasarkan kebutuhan masing-masing pelajar dan gaya belajar, sehingga bisa menghasilkan pengertian yang lebih dalam dan interaksi lebih baik," katanya.
Aplikasi Ngaji.ai dapat menyesuaikan level kesulitan dan kecepatan belajar berdasarkan performa pengguna. Hal ini dapat memastikan adanya kemajuan pemahaman dan menghindari pengguna hilang motivasi untuk belajar.
Dalam pidato sambutannya melalui video yang telah direkam sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut kehadiran aplikasi Ngaji.ai yang merupakan karya kolaborasi praktisi industri kreatif asal Indonesia dan Belanda. Kehadiran aplikasi ini berbasis AI ini tidak akan merugikan sektor kreatif, tetapi justru dengan pengaplikasian yang tepat, bisa memberi dampak positif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!