Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Unit Perang Ranjau Korea Utara Beraksi di Kursk Pasca Serangan Kilat Ukraina

📅 Senin, 17 Nov 2025, 00:03 WIB | Oleh:
Unit Perang Ranjau Korea Utara Beraksi di  Kursk Pasca Serangan Kilat Ukraina Doc: Istimewa
Ket. Spesialis perang ranjau Korea Utara berlatih pertahanan terhadap Drone di Kursk. Personel tetap mempertahankan senjata mereka karena ancaman serangan pesawat nirawak Ukraina yang terus-menerus.

Citra terbaru menunjukkan tim perang ranjau Korea Utara beroperasi di wilayah Kursk, Russia, tempat mereka bertugas membersihkan ranjau yang ditinggalkan oleh pasukan Ukraina dan sekutu Barat. Serangan yang dipimpin Ukraina ke Kursk dilancarkan pada Agustus 2024, dan berhasil dihalau secara meyakinkan hanya pada April tahun berikutnya dengan bantuan Tentara Rakyat Korea. 

Dari Military Watch, para zeni Korea Utara terlihat dilengkapi dengan seragam tempur VR-2-02 Rusia, senapan Saiga-12K, senapan otomatis RPK-74, senapan AK-74M, dan berbagai macam peralatan pembersih ranjau. Para personel tetap mempertahankan senjata mereka karena ancaman serangan pesawat nirawak Ukraina yang terus-menerus, dengan persenjataan mereka dianggap optimal untuk pertahanan terhadap pesawat nirawak kecil. Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu pada bulan Juni pertama kali  mengonfirmasi  rencana Tentara Rakyat Korea untuk mengirimkan 1.000 ahli pembersih ranjau dan 5.000 zeni militer guna mendukung upaya pembersihan ranjau dan rekonstruksi di Kursk.

Serangan yang dipimpin Ukraina di Kursk terutama melibatkan personel dari sejumlah anggota NATO termasuk Polandia dan Amerika Serikat, seperti dari organisasi kontraktor US Forward Observation Group, yang menerbitkan foto-foto di media sosial yang mengumumkan keterlibatannya. Para pejabat Rusia secara khusus telah berterus terang dalam mengungkapkan rasa terima kasih atas intervensi Tentara Rakyat Korea untuk mendukung upaya perang negara itu melawan Ukraina dan para pendukungnya, dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov pada bulan Juli menyatakan : "tentara heroik Tentara Rakyat Korea bersama dengan prajurit Rusia membawa lebih dekat pembebasan Wilayah Kursk dengan biaya darah mereka dan bahkan nyawa mereka." Dia menambahkan bahwa monumen untuk personel Tentara Rakyat Korea yang bertempur di Kursk akan didirikan di Rusia, di bawah inisiatif yang "didukung penuh oleh teman-teman Korea Utara kami." 

Sektor pertahanan Korea Utara telah memainkan peran yang semakin penting dalam mendukung upaya perang Rusia yang sedang berlangsung, dengan hampir separuh amunisi artileri yang digunakan Angkatan Darat Rusia berasal dari Korea Utara pada kuartal kedua tahun 2025. Banyak unit artileri Rusia kini hampir sepenuhnya bergantung pada amunisi Korea, dengan setidaknya enam unit artileri Angkatan Darat Rusia pada pertengahan tahun ini mendapatkan antara 50 dan 100 persen amunisi mereka dari Korea Utara. Sumber dari kedua belah pihak telah mengindikasikan bahwa tingkat pelatihan personel Korea Utara tetap jauh lebih tinggi daripada di sebagian besar Angkatan Darat Rusia, yang menjadikan dukungan sumber daya manusia negara tersebut sangat berharga. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.