UGM Dorong Akselerasi Ekonomi Halal Lewat Konferensi Internasional
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 18:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. ugm.ac.id
YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan perannya dalam mempercepat pengembangan ekonomi halal global melalui penyelenggaraan "The 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies" (ICIHES) 2025. Forum yang berlangsung di Yogyakarta Marriott Hotel, Selasa (4/11), ini menjadi ajang akademik internasional untuk memperkuat kolaborasi riset dan kebijakan di bidang ekonomi Islam dan industri halal.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara UGM, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kyoto University, dan Ritsumeikan University. Dalam pembukaan, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pembelajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, tetapi juga momentum untuk membangun kerja sama antarbangsa dalam membumikan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan ekonomi.
“Yogyakarta adalah kota yang merepresentasikan perpaduan budaya, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat. Konferensi ini menjadi ruang dialog yang bermakna untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi lintas negara,” ujar Prof. Wening.
Ia menegaskan bahwa ekonomi halal kini berkembang pesat sebagai sektor strategis dunia. Namun, lebih dari itu, ia memandang ekonomi halal sebagai sistem nilai yang mengintegrasikan inovasi, etika, dan tanggung jawab sosial. “Prinsip halal ekonomi tidak hanya berbicara soal ekspansi pasar, tetapi juga pembentukan integritas, tata kelola, dan kolaborasi yang berlandaskan kemanusiaan,” tambahnya.
Delegasi Malaysia dan Jepang yang diwakili YB. Dato’ Jefridin Haji Atan dari Pertubuhan Legasi Tun Abdullah Ahmad Badawi turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konferensi di Yogyakarta. “Kami berterima kasih atas sambutan yang sangat hangat di Yogyakarta. Budaya yang kaya, keramahan masyarakat, dan semangat keilmuan menjadi simbol hubungan serumpun yang kuat antara Malaysia, Indonesia, dan Jepang,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dato’ Jefridin juga mengenang peran Allahyarham Tun Abdullah Ahmad Badawi yang memelopori konsep globalisasi ekonomi halal berbasis tata kelola modern. “Warisan beliau mengajarkan bahwa ekonomi halal bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi tentang membangun ekonomi kepercayaan yang berlandaskan keadilan, tanggung jawab, dan kesejahteraan manusia,” ucapnya.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyebut industri halal sebagai sektor strategis yang berpotensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Industri halal menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi halal global,” ungkap Sultan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi halal membutuhkan ekosistem yang solid mulai dari regulasi, edukasi, hingga kolaborasi lintas lembaga. “Sertifikasi halal bukan hanya bentuk perlindungan bagi konsumen, tetapi juga memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Program Doktor Perekonomian Islam dan Industri Halal Sekolah Pascasarjana UGM sekaligus Ketua Pelaksana 3rd ICIHES 2025, Dr. Reni Rosari, M.B.A., menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk memperkuat jaringan riset dan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan. “Event ICIHES tahun ini yang diselenggarakan di Yogyakarta merupakan event ketiga sekaligus perdana di Indonesia, setelah dua penyelenggaraan sebelumnya di Malaysia,” ujarnya.
Reni menambahkan, konferensi ini diharapkan menjadi bagian dari syiar Islam berkeadaban yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat. “Kolaborasi dua negara memastikan bahwa ekonomi halal dibahas tidak hanya secara normatif, tetapi juga secara ilmiah, strategis, dan implementatif,” tuturnya.
ICIHES 2025 diikuti peserta dari berbagai negara dengan sejumlah pembicara kunci dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Mereka membahas tata kelola ekonomi halal, inovasi digital, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui forum ini, UGM menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong akselerasi ekonomi halal berbasis pengetahuan, etika, dan kolaborasi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!