Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok: Rencana Jepang Tempatkan Rudal Dekat Taiwan Upaya Provokasi

📅 Senin, 24 Nov 2025, 19:18 WIB | Oleh:
Tiongkok: Rencana Jepang Tempatkan Rudal Dekat Taiwan Upaya Provokasi Doc: ANTARA/Xinhua/Liu Fang
Ket. Sebuah pesawat tempur Angkatan Udara dan Korps Penerbangan Angkatan Laut Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) Tiong melakukan pengisian bahan bakar di udara saat melakukan operasi di sekitar Pulau Taiwan, Kamis (4/8) seperti yang terlihat dalam tangkapan layar video. Komando Palagan Timur pada Kamis (4/8).

BEIJING, TIONGKOK - Pada Minggu (23/11), surat kabar The Japan Times yang mengutip Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, melaporkan bahwa Tokyo tetap berkomitmen menempatkan rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni, yang berjarak sekitar 110 kilometer dari Taiwan.

Rencana Jepang untuk menempatkan rudal di dekat Taiwan itu merupakan upaya memprovokasi konfrontasi militer, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada Senin (24/11).

Mao dalam jumpa pers, mengatakan bahwa rencana Jepang menempatkan senjata ofensif di pulau dekat Taiwan merupakan upaya yang disengaja untuk meningkatkan ketegangan regional dan memprovokasi konflik militer.

“Mempertimbangkan pernyataan keliru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan, langkah ini sangat berbahaya dan menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari negara-negara tetangga serta komunitas internasional,” tambahnya.

Juru bicara kementerian itu juga menuduh faksi sayap kanan di Jepang berupaya mendorong pengabaian konstitusi pasifis negara itu, sehingga Jepang semakin meluncur menuju militerisme dan menyeret Tokyo serta kawasan menuju bencana.

Tiongkok, kata Mao, tidak akan pernah mengizinkan kekuatan sayap kanan Jepang membalikkan sejarah, maupun mentolerir campur tangan asing dalam urusan Taiwan atau kebangkitan militerisme Jepang.

“Tiongkok memiliki tekad dan kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah nasionalnya,” ucapnya.

Ketegangan diplomatik meningkat setelah Takaichi pada 7 November menyatakan bahwa serangan hipotetis Tiongkok terhadap Taiwan akan menciptakan “situasi yang mengancam kelangsungan hidup,” yang akan memaksa Jepang merespons. Pernyataannya memicu kecaman dari Tiongkok dan juga dari partai oposisi di Jepang.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok memanggil Duta Besar Jepang untuk Tiongkok, Kenji Kanasugi.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Sun Weidong, menyampaikan protes keras atas komentar perdana menteri tersebut mengenai Tiongkok. Tiongkok juga meminta warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.