Tiongkok Perluas Kebijakan Bebas Visa Transit 240 Jam untuk 55 Negara Termasuk Indonesia
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 14:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Pemerintah Tiongkok secara resmi memperluas kebijakan bebas visa transit selama 240 jam atau 10 hari bagi warga dari 55 negara, termasuk Indonesia, Rusia, dan Inggris. Kebijakan ini mulai berlaku pada Kamis (10/6) dan memungkinkan para pelancong untuk melakukan perjalanan singkat ke Tiongkok tanpa memerlukan visa, selama mereka transit melalui wilayah yang ditentukan.
Kebijakan bebas visa transit ini memberikan kesempatan kepada wisatawan dan pelaku bisnis dari negara-negara yang termasuk dalam daftar untuk tinggal sementara di Tiongkok hingga 240 jam. Selama periode tersebut, mereka dapat terlibat dalam aktivitas pariwisata, pertemuan bisnis, kunjungan keluarga, maupun keperluan non-komersial lainnya. Kebijakan ini berlaku di sejumlah kota besar yang menjadi pusat penerbangan internasional di Tiongkok, termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Shenzhen.
Kantor berita resmi Xinhua melaporkan bahwa perluasan kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat keterbukaan Tiongkok terhadap dunia dan mendukung pemulihan sektor pariwisata serta bisnis internasional. Selain itu, langkah ini juga dilihat sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi Tiongkok untuk mempererat hubungan dengan negara-negara mitra di tengah tantangan geopolitik global yang terus berubah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah secara bertahap memperluas kebijakan bebas visa transit untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan memperlancar pergerakan pelaku usaha global. Dengan penambahan negara-negara baru dalam daftar, termasuk Indonesia, kebijakan ini kini mencakup lebih dari separuh populasi dunia dan dianggap sebagai sinyal terbukanya kembali Tiongkok setelah pembatasan perjalanan ketat akibat pandemi COVID-19.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyambut baik kebijakan ini dan menyarankan warga negara Indonesia yang hendak memanfaatkan fasilitas bebas visa transit ini untuk tetap memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti bukti tiket lanjutan ke negara ketiga, jadwal penerbangan yang sesuai, serta bukti keuangan dan penginapan selama masa tinggal di Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, kebijakan visa transit 144 jam telah diberlakukan di beberapa wilayah Tiongkok untuk warga dari negara tertentu. Dengan kebijakan terbaru ini, durasi diperpanjang hingga 240 jam dan cakupannya diperluas ke lebih banyak negara. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Tiongkok sebagai destinasi transit dan tujuan wisata atau bisnis yang kompetitif di kawasan Asia Timur.
Kebijakan bebas visa transit ini mencerminkan upaya Tiongkok dalam memperkuat peran sebagai pusat konektivitas global. Selain memberikan manfaat langsung kepada wisatawan dan pebisnis, kebijakan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pertukaran budaya dan kerja sama ekonomi lintas negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!