Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Latihan Perang di Tibet

📅 Sabtu, 28 Agu 2021, 05:52 WIB | Oleh:
Tiongkok Latihan Perang di Tibet Doc: AFP/Mladen ANTONOV
Ket. Pasukan Tiongkok l Pasukan militer Tiongkok saat mengikuti parade usai mengikuti latihan militer gabungan dengan pa­sukan Russia dekat perbatasan Tiongkok-Mongolia di Siberia pada September 2018 lalu. Pada Jumat (27/8) kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok mengadakan latihan militer besar-besaran di Tibet.  

BEIJING - Bertepatan dengan peringatan 70 tahun bergabungnya Tibet dengan Tiongkok daratan pekan lalu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok mengadakan latihan militer besar-besaran di dataran tertinggi di dunia itu

"Lebih dari 10 brigade dan resimen yang ditugaskan ke Komando Militer PLA Tibet baru-baru ini mengadakan latihan tembak-menembak dengan kode 'Misi Negeri Salju 2021' di dataran tinggi itu," kata Kementerian Pertahanan Tiongkok dalam sebuah pernyataan pada Kamis (26/8) malam seperti dilansir kantor beritaAnadolu, Jumat (27/8).

Tibet terletak 4.500 meter di atas permukaan laut. Wilayah itu juga dikenal sebagai atap dunia dan kutub ketiga.

Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan hampir 10.000 tentara turut berpartisipasi dalam latihan militer besar-besaran itu.

"Latihan militer ini meliputi latihan tembak-menembak sepanjang waktu, semua domain, semua faktor, sepanjang waktu yang melibatkan unit-unit senjata gabungan, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukan secara keseluruhan di daerah dataran tinggi, termasuk operasi gabungan, serangan yang tepat, penghancuran yang efisien, dan dukungan logistik yang komprehensif, "ungkap pernyataan dari kementerian itu.

Peringatan Beijing

Tibet berbatasan dengan India di sebelah selatan, di mana Tiongkok mengalami ketegangan militer tahun lalu yang mengakibatkan kematian hampir 20 tentara perbatasan India dan empat tentara dari Tiongkok.

Setelah terjadi pemberontakan singkat, Tibet bergabung dengan Tiongkok pada 1951, yang disebut Beijing sebagai pembebasan damai.

Saat peringatan 70 tahun bergabungnya Tibet pekan lalu, penasihat politik utama Tiongkok memperingatkan agar pihak luar tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Tibet. Wang Yang, pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok yang memimpin delegasi untuk menghadiri peringatan bergabung Tibet dengan Tiongkok di Lhasa menegaskan bahwa kekuatan eksternal tidak boleh ikut campur dalam urusan Tibet.

"Sejarah 70 tahun pembangunan Tibet telah membuktikan bahwa persatuan dan stabilitas adalah berkah, sementara perpecahan dan kerusuhan adalah bencana," tutur Wang

Tiongkok mengklaim bahwa Tibet telah menjadi bagian dari wilayahnya selama berabad-abad. Namun, banyak orang Tibet mengatakan bahwa Tibet adalah negara merdeka.

Kontrol Beijing atas Tibet ditegaskan ketika sayap militer Partai Komunis, Tentara Pembebasan Rakyat, menyerbu wilayah itu pada 1950. Anadolu/VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Advertisement
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.