Tidak Hanya Banjir Hujatan, Merah Putih: One For All Raih Rating 1, Jadi Film Terburuk di IMDb, Jadi Aib Nasional?
📅 Rabu, 20 Agu 2025, 10:40 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Perfiki Kreasindo
JAKARTA - Alih-alih menuai kebanggaan, film animasi Merah Putih: One For All justru berubah menjadi bahan olok-olok besar-besaran di dunia maya. Sejak resmi tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025, karya garapan Perfiki Kreasindo ini langsung diserbu hujatan pedas dari penonton dan kritikus.
Padahal, jauh sebelum perilisannya, trailer film ini sudah ramai diperbincangkan. Banyak netizen heran, bagaimana mungkin dengan dana produksi yang kabarnya mencapai Rp 6,7 miliar, hasil akhir yang ditampilkan justru dianggap “memalukan”.
Begitu rilis di layar lebar, kekecewaan publik kian memuncak. Para penonton langsung membandingkan film ini dengan animasi lokal Jumbo yang sebelumnya sukses mencuri perhatian. Perbandingan itu membuat One For All tampak makin buruk.
Tak berhenti di situ, gelombang kritik juga membanjiri laman IMDb (Internet Movie Database), situs rujukan pecinta film dunia. Hingga 19 Agustus 2025, rating Merah Putih: One For All hanya mentok di angka 1 dari 10, skor terendah yang bisa dicapai sebuah film.
Salah satu reviewer dengan username imdbfan-4069471596 bahkan menyebut film ini sebagai “aib nasional”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam ulasannya, ia menulis, “One For All pantas diberi skor satu. Tak perlu alasan panjang, cukup lihat trailernya. Mimpi buruk. Bahkan tugas mahasiswa animasi semester awal lebih layak disebut film.”
Akun ini juga menambahkan dengan nada satir, “Animasi: Sangat Buruk. Efek Visual: Sangat Buruk. Pengisi Suara: Sangat Buruk. Poster: Bencana.”
Tak kalah pedas, akun lain bernama dedekurniawan-58791 menilai film ini tak layak disebut film.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Plotnya buruk, animasinya buruk, suaranya buruk, bahkan kontroversinya pun buruk. Ini bukan film, ini sampah visual. Lebih tepat disebut video brainrot. Percayalah, menonton ini hanya bikin sakit kepala,” tulis dedekurniawan-58791.
Ironisnya, tema cerita yang patriotik tak berhasil menyelamatkan film ini dari badai hujatan.
Merah Putih: One For All sebenarnya mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah di Indonesia yang bergabung dalam Tim Merah Putih untuk menjaga bendera pusaka jelang upacara 17 Agustus. Konflik muncul ketika bendera itu hilang tiga hari sebelum perayaan, sehingga mereka harus bersatu untuk menyelamatkannya.
Sayangnya, pesan heroik tersebut tenggelam di balik kualitas teknis yang dinilai sangat rendah. Alih-alih menumbuhkan rasa bangga, film ini justru meninggalkan kesan pahit, sebuah proyek ambisius dengan biaya fantastis yang berakhir sebagai film animasi terburuk dalam sejarah perfilman Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!