Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terungkap! Siswa Sekolah Rakyat Mayoritas Ingin Lanjut Kuliah

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 17:16 WIB | Oleh:
Terungkap! Siswa Sekolah Rakyat Mayoritas Ingin Lanjut Kuliah Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Siswa menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Handayani, Jakarta Timur..

BANJARBARU - Kementerian Sosial mencatat mayoritas siswa Sekolah Rakyat rintisan di jenjang SMA memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa hasil survei terhadap lebih dari 6.000 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) saat ini menunjukkan sekitar 60 persen atau sekitar 3.600 orang siswa ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Sementara itu, sekitar 40 persen siswa SRMA menyatakan minat untuk menjadi pekerja terampil, baik di dalam maupun luar negeri, serta sebagian lainnya ingin berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan.

“Dari survei lebih dari 6.000 siswa SRMA yang saat ini belajar, sekitar 60 persen ingin kuliah dan meneruskan ke pendidikan tinggi,” kata dia, saat ditemui disela meninjau persiapan peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1).

Kementerian Sosial menurut Saifullah, selaku salah satu penerima mandat penyelenggara program Sekolah Rakyat dari Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, termasuk melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga serta kemitraan dengan sektor swasta.

“Kami sudah melakukan nota kesepahaman dengan kementerian dan lembaga terkait, juga dengan pihak swasta, untuk menyiapkan jalur lanjutan bagi para lulusan,” ujar Saifullah.

Ia mengaku optimistis setelah mendapatkan hasil hasil pengukuran yang dilakukan berbasis teknologi Artificial Intelligence/AI mendapati dari hampir 16 ribu total siswa Sekolah Rakyat rintisan ada sebanyak 37,4 persen atau 1.828 siswa berpotensi dalam bidang sains teknologi rekayasa dan matematika (STEM).

Kemudian dari STEM ini juga ditemukan sebanyak 1.204 siswa bakatnya pada bidang teknik sebagai mekanik atau teknisi otomotif, insinyur sipil atau teknik infrastruktur, operator industri hingga arsitek.

Kementerian Sosial juga mendapatkan 39,6 persen atau sebanyak 1.938 siswa Sekolah Rakyat berpotensi dalam bidang sosial. Sementara 23,0 persen atau 1.123 orang siswa lain berpotensi bidang bahasa. Selanjutnya 8.860 siswa atau 16 persen berpotensi bidang penegakan hukum mulai dari notaris, hakim, tentara, polisi, dan pengacara.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah, yakni desil 1 hingga desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena mengintegrasikan berbagai program unggulan pemerintah, antara lain Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, jaminan kesehatan PBI-JKN, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program Tiga Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat. Kebijakan ini mengacu sebagaimana Surat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8/2025 Tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, hingga 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas sekitar 16.000 siswa yang didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Kementerian Sosial juga memastikan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi fasilitas pembelajaran modern, termasuk papan interaktif digital, laptop dengan akses internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama.

Pada tahap awal, ratusan Sekolah Rakyat rintisan tersebut masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, serta aset pemerintah daerah, sebelum nantinya dilengkapi gedung Sekolah Rakyat permanen yang lahannya disiapkan oleh pemerintah daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.