Tekan Kemiskinan, Walikota Hendi Garap Sektor Pariwisata
📅 Jumat, 22 Des 2017, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi terus berupaya menggenjot sektor pariwisata di Kota Semarang. Bukan tanpa sebab, dirinya mengamati bahwa rata-rata kota serta kabupaten di Indonesia yang menjadi tujuan wisata selalu tercatat memiliki angka kemiskinan yang kecil. Untuk itu dirinya berkeyakinan bahwa pengembangan sektor pariwisata di Kota Semarang dapat semakin menekan angka kemiskinan di kota lumpia tersebut.
Dan sebagai salah satu upaya untuk menghidupkan sektor pariwisata di Kota Semarang, Kamis (21/12) diselenggarakan kegiatan bersih-bersih Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang. Dalam kegiatan tersebut, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi ini turun langsung memimpin kerja bakti.Tak hanya dari Pemerintah Kota Semarang, kegiatan kerja bakti tersebut juga diikuti oleh berbagai elemen masyrakat di Kota Semarang seperti TNI, POLRI, mahasiswa, dan masyarakat setempat.

"Menurut data BPS, angka persentase kemiskinan di Kota Semarang pada tahun 2016 adalah 4,85%, terkecil di Jawa Tengah, lalu orang mengatakan, ya pasti paling kecil, kan ibu kota provinsi", cerita Hendi dihadapan para peserta kerja bakti.
"Lalu saya coba cari sample di provinsi-provinsi lain, yang kemudian saya menemukan beberapa fakta, antara lain adalah bahwa ada banyak ibu kota provinsi yang angka kemiskinannya tidak paling kecil di provinsi tersebut", lanjutnya.
"Fakta berikutnya, bisa dicek dalam data-data BPS, bahwa daerah yang mampu mencatatkan angka kemiskinan lebih kecil dari ibu kota provinsinya adalah daerah yang menjadi tujuan wisata. Sehingga penting untuk Kota Semarang serius menggarap sektor pariwsata," tegas pria yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan tersebut.

Di Hutan Wisata Tinjomoyo, selain memimpin kegiatan kerja bakti, Hendi juga memperkenalkan beberapa fasilitas pendukung baru. Fasilitas tersebut berupa area hammock (kasur ayunan) dan trampolin. Hendi optimis jika fasilitas baru tersebut dapat lebih menarik masyarakat untuk berwisata ke aset wisata milik Pemerintah Kota Semarang seluas 57 hektar tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!