Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teh Tayu Diusulkan Jadi Indikasi Geografis Bangka Barat oleh Kemenkumham Babel

📅 Senin, 02 Jun 2025, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teh Tayu Diusulkan Jadi Indikasi Geografis Bangka Barat oleh Kemenkumham Babel Doc: Antara FOto
Ket. Kemenkumham Bangka Belitung mengusulkan Teh Tayu sebagai produk Indikasi Geografis (IG) khas Bangka Barat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI). Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan hukum dan nilai jual Teh Tayu secara nasional

Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan Teh Tayu Jebus untuk ditetapkan sebagai Indikasi Geografis (IG) Kabupaten Bangka Barat, ke Ditjen Kekayaan Intelektual.

"Kami telah mengusulkan Teh Tayu Jebus ini ke Ditjen Kekayaan Intelektual untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah," kata Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel Kaswo di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan indikasi geografis ini merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang memiliki reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu, karena faktor lingkungan geografis. Faktor lingkungan geografis ini dapat mencakup faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi keduanya.

"Dalam pengusulan Teh Tayu Jebus Kabupaten Bangka Barat ini, Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel telah melakukan pendampingan penyusunan dokumen deskripsi komoditas ini," katanya.

Ia menyatakan pendampingan ini bagian dari proses pemeriksaan substantif terhadap produk yang akan didaftarkan sebagai indikasi geografis. Dari hasil pendampingan, harus dilampirkan dalam dokumen deskripsi pembeda antara teh ini dengan produk teh daerah lain.

“Pemeriksaan substantif ini memastikan bahwa produk yang diusulkan IG tersebut memiliki kualitas, reputasi dan karakteristik tertentu yang terkait dengan wilayah geografis tertentu," katanya.

Menurut dia, Teh Tayu Jebus Bangka Barat merupakan produk teh hijau yang dihasilkan di dataran rendah. Teh ini memiliki keunikan karena memiliki rasa dan aroma yang khas yang memiliki rasa segar dan pahit samar, setelah diminum terdapat rasa getah atau kelat dan ini menjadi ciri khas tersendiri.

"Teh tayu juga memiliki aroma wangi hijau daun alami dan kuat efek sangrai dan samar wangi bunga hutan. Teh tayu sudah dibudidayakkan dan dinikmati oleh masyarakat Bangka Barat sejak ratusan tahun yang lalu," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bangka Barat Azmal menuturkan, Teh Tayu perlu didaftarkan menjadi Indikasi Geografis, karena dibandingkan dengan teh di Jawa yang dominan tumbuh di dataran tinggi, Teh Tayu Jebus tumbuh di dataran rendah. Ini dapat menjadi ciri khas tersendiri yang sangat unik.

"Teh Tayu atau dikenal Thai Jiu Cha merupakan teh warisan nenek moyang orang Tionghoa yang dibawa ke Bangka Barat untuk ditanam dan dibudidayakan serta diolah secara tradisional yang menjadi andalan produk lokal sejak 150 tahun lalu. Untuk itu diperlukan data-data dan penjelasan dari pakar terkait sehingga penyusunan deskripsi dapat lebih baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.