Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendulang Emas Terseret Arus Sungai

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 15:44 WIB | Oleh:
Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendulang Emas Terseret Arus Sungai Doc: ANTARA/HO-Dok Basarnas Medan
Ket. Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pria pendulang emas yang hanyut terseret arus Sungai Lau Renun di Desa Bertungen Julu Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Medan -- Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pria pendulang emas yang hanyut terseret arus Sungai Lau Renun di Desa Bertungen Julu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

"Korban bernama Jemput Jemput Paulus Tarigan (30)," ujar Kepala Kantor Basarnas Medan Mustari dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Kamis.

Dia mengatakan korban ditemukan setelah pada Minggu (11/8), personel siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Basarnas Medan menerima informasi terkait adanya seorang pria yang hanyut hendak mendulang emas di Sungai Lau Renun di Desa Bertungen Julu, Kabupaten Dairi.

"Korban ditemukan hari ini sekitar pukul 09.10 WIB, berjarak sekitar 26 kilometer dari lokasi awal korban diduga terseret arus sungai tersebut," kata dia.

Mustari menjelaskan peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban pada Jumat (9/8) bersama temannya berangkat menggunakan sepeda motor menuju Sungai Lau Renun untuk mendulang emas.

Sesampainya di lokasi, korban dan temannya mendulang emas ditempat berbeda yang berjarak kurang lebih 30 meter. Sekitar pukul 11.30 WIB temannya hendak mengajak korban makan siang.

Namun, temannya tidak melihat korban di lokasi mendulang, lalu temannya mencari keberadaan korban di sekitar sungai tersebut, tapi tidak melihat korban dan hanya melihat barang-barang korban di tepi sungai.

"Lalu temannyapulang ke rumah dan memberitahukan kepada orang tua korban kalau korban hanyut di sungai dan belum ditemukan," kata dia.

Dalam melakukan pencarian korban, pihaknya dibantu pemangku kebijakan terkait melakukan berbagai upaya, antara lain memasang jaring di hilir sungai dan menyusuri bantaran sungai.

"Sejak awal pencarian, Tim SAR gabungan mengupayakan segala cara untuk menemukan korban, seperti memasang jaring di hilir sungai dan pada lokasi yang dicurigai. Namun, kondisi medan yang curam dan terjal, tim harus turun ke permukaan sungai menggunakan tali," kata dia.

Setelah melakukan pencarian selama lima hari, kata dia, tim gabungan berhasil menemukan korban berjarak sekitar 26 kilometer dari lokasi awal korban terseret arus sungai. Selanjutnya, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

"Jadi, tim kita menerima informasi tersebut setelah tiga hari setelah kejadian, setelah tim dari Desa Bertungen Julu, Polsek Tiga Lingga, pemerintah setempat dan warga sekitar melakukan pencarian, namun korban tak kunjung ditemukan, baru melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Kimi Antonelli Juarai Formu...
Ekonomi
Harga BBM Eceran Melejit, W...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.