Tangerang Masih Berkutat Atasi 13.000 KK Korban Banjir
📅 Senin, 02 Feb 2026, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
TANGERANG – Belasan ribu warga Kabupaten Tangerang masih berkutat dengan banjir dan menjadi pengungsi. Mereka memerlukan bantuan kebutuhan sehari-hari.Untuk itu, Pemkab Tangerang mendistribusikan bantuan makanan dan logistik untuk 13.000 kepala keluarga (KK) di 20 kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinsos Kabupaten Tangerang, Sugih Suryagalih, Minggu, mengatakan distribusi bantuan dilakukan setelah tim asesmen diterjunkan. Ada 13.000 KK.
Bantuan yang dikucurkan terjadi sejak tanggal 2 sampai 30 Januari. Mereka membantu para korban banjir.
Sugih mengungkapkan bantuan yang disalurkan tim penanggulangan bencana yang terdiri atas kebutuhan logistik pangan. Ada beras, sarden, mie instan, biskuit, dan minyak goreng. Bantuan pangan ini langsung diberikan ke posko pengungsi hingga kepada satuan warga yang terdampak banjir. Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mendistribusikan perlengkapan pos pengungsian seperti tenda, kasur lipat, selimut, terpal hingga pampers bayi dan lansia.
“Pemkab juga mendirikan dapur umum di beberapa kecamatan seperti Jayanti, Kosambi, Kresek dan Pasar Kemis,” ucapnya. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan logistik pangan dan sandang ini menjadi prioritas utama pada masa darurat bencana, sebelum penyaluran bantuan lain yang bersifat penunjang kembali didistribusikan pemerintah sebagai penanganan.
Selain itu, saat ini masih menunggu hasil asesmen lanjutan untuk menambah serta menentukan bentuk dan jumlah bantuan berikutnya yang disalurkan kepada para korban. Untuk sementara yang disalurkan ke korban bencana beras 1.970 karung, sarden 1.637 kaleng, biskuit 1.786 bungkus, mie instan 536 dus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sugih menambahkan, untuk permintaan alat kebersihan dan air bersih masih diproses dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait. Namun, lanjutnya, Dinsos Kabupaten Tangerang akan terus memenuhi dukungan pada layanan logistik agar warga terdampak banjir tetap mendapatkan akses makanan layak.
Sugih menyampaikan, peran Dinsos dalam penanganan banjir tersebut, bersifat mendukung kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sebagai leading sektor utamanya. Sebelumnya, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengungkapkan terdapat 27 kecamatan kebanjiran. Banjir juga melanda lahan pertanian dan mengakibatkan 133.000 jiwa menjadi korban banjir.
Dari 29 kecamatan, yang terdampak bencana sebanyak 27 kecamatan dengan 33.000 KK atau sekitar 133.000 jiwa jadi korban banjir. Banjir menerjang 27 kecamatan selama 11-27 Januari.
Menurutnya, bencana alam ini akibat terjadinya hujan deras serta meluapnya beberapa sungai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, untuk update dari puluhan kecamatan yang terdampak itu telah berangsur surut. Hanya, air masih menggenangi beberapa wilayah dengan ketinggian 30 sampai 80 centimeter. Wilayah yang masih banjir rata-rata karena luapan atau limpahan sungai Cidurian dan sungai Cirarab. Ada juga karena luapan Situ Gelam. “Semua karena curah hujan tinggi, sehingga sungai tak lagi mampu menampung air sehingga meluap,” ucap Sugih.
Dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini terus berupaya melakukan penanganan melalui pemulihan pascabencana oleh seluruh organisasi perangkat daerah terkait.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!