Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tambang Batu Bara Sawahlunto: Dari Sumber Kekayaan ke Situs Studi Sejarah Tambang

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tambang Batu Bara Sawahlunto: Dari Sumber Kekayaan ke Situs Studi Sejarah Tambang Doc: Antara Foto
Ket. Petugas mengecek kondisi kelistrikan di Lubang Tambang Dalam Sawahluwung, Sawahlunto, Sumatera Barat,

Asmaliardi membetulkan letak helm di kepalanya. Lampu senter yang seharusnya ada di situ, ia pegang dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya menggenggam alat pengukur gas. Dari mulut galian tambang, ia berjalan pelan-pelan menuruni jalan yang basah dan licin di Sawahluwung.

Pintu masuk bekas lubang tambang batu bara Sawahluwung di Sawahlunto, Sumatera Barat, berada pada ketinggian 214 meter di atas permukaaan laut. Namun saat masuk ke dalam, elevasinya menurun sampai 57 meter.

Lubang tambang ini menjadi satu-satunya tambang batu bara bawah tanah di Indonesia yang tidak lagi beroperasi untuk penambangan, melainkan menjadi objek studi.

Asmaliardi adalah pelaksana tugas supervisor yang bertanggungjawab atas lubang tambang dalam Sawahluwung dari PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Sawahlunto. Ia melakukan pengecekan rutin bekas tambang batu bara yang kini dijadikan lubang pendidikan itu.

Pada 50 meter pertama, jalan tambang yang mulanya beton berubah menjadi tanah dan rel lori berada di tengah. Di atasnya terdapat kayu-kayu sebagai penyangga dinding lubang agar bebatuan tidak jatuh. Terowongan itu bercabang dua, sebelah kiri jalan utama dan sebelah kanan jalur lori yang baru.

Sebelah kiri terdapat pintu yang setelah dibuka, harus kembali tertutup, sebab jika dibuka terus akan mengganggu sirkulasi udara sehingga petugas yang berada di dalam akan kesulitan bernapas.

Lubang Sawahluwung menerapkan sistem ventilasi mekanis untuk mendistribusikan aliran udara ke area kerja tambang dan mencukupi kebutuhan udara segar, maka pada setiap jalur intake dipasang fan.

Sistem itu dirancang untuk memberikan pasokan oksigen sesuai kebutuhan dalam bekerja dan mengencerkan serta mengalirkan gas berbahaya hasil kegiatan penambangan seperti karbon monoksida (CO), metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂) serta mengatur kondisi udara tambang.

Pengawas juga akan rutin mengukur kondisi gas setiap hari agar tidak membahayakan.

Sejak dijadikan lubang pendidikan, kata Asmaliardi, tambang Sawahluwung rutin dilakukan pemeliharaan.

"Tahun 2016 awal, kita berhenti beroperasi. Kemudian terowongan ini diperpendek menjadi 1,5 kilometer dan dijadikan sebagai lubang pendidikan. Lubang ini tidak ditutup, karena kalau ditutup akan hilang sejarah tambang dalamnya," katanya.

Asmaliardi melanjutkan perjalanan menurun, penerangan di dalam hanya lampu batang di atas penyangga yang jaraknya jauh-jauh, sekitar 50 meter. Maka hanya lampu helm yang dapat membantu penerangan di lubang tambang yang lebarnya sekitar 2,5 meter itu.

Setelah menempuh jarak 500 meter, Asmaliardi bertemu dengan petugas yang menjaga pompa agar air tetap bisa dikeluarkan dari lubang tambang.

Pemompaan air tersebut merupakan salah satu pemeliharaan utama yang dilakukan di lubang tambang dalam Sawahluwung, sebab jika tidak dilakukan, air akan naik ke permukaan dan lubang akan terendam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.