Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tajikistan Tarik Kembali Ayni, India Kehilangan Satu-satunya Pangkalan Udara di Luar Negeri

📅 Senin, 03 Nov 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Tajikistan Tarik Kembali Ayni, India Kehilangan Satu-satunya Pangkalan Udara di Luar Negeri Doc: Istimewa
Ket. Bagi India, Ayni bukan sekadar pangkalan operasi terdepan — melainkan merupakan fokus utama ekspansi geopolitik New Delhi ke kawasan Eurasia.

DUSHANBE — Dalam sebuah perkembangan geopolitik bersejarah, Tajikistan telah mengambil kembali kendali penuh atas Pangkalan Udara Ayni, mengakhiri hampir dua dekade kehadiran operasional India di fasilitas yang strategis dan penting tersebut.

Dari Defence Security Asia, langkah tegas ini, yang dirampungkan pada Oktober 2025, menandai titik balik penting dalam lanskap geopolitik Asia Tengah, seiring Rusia dan Tiongkok mempererat cengkeraman mereka di ranah militer dan politik di kawasan tersebut.

Bagi New Delhi, hilangnya Pangkalan Udara Ayni bukan sekadar kendala logistik — ini merupakan penurunan yang signifikan terhadap kemampuan strategis India di wilayah yang krusial untuk memantau Pakistan, Afghanistan, dan seluruh wilayah keamanan Eurasia.

Seiring meningkatnya persaingan kekuatan besar, langkah Tajikistan menyoroti kesulitan yang dihadapi negara-negara kecil dalam menyeimbangkan kepentingan antara kekuatan nuklir yang bersaing dan ambisi strategis raksasa regional tersebut.

Terletak sekitar 15 kilometer di sebelah barat Dushanbe, Pangkalan Udara Ayni — juga dikenal sebagai kompleks Farkhor-Ayni — memiliki akar sejarah yang berasal dari Uni Soviet.

Dibangun selama Perang Dingin, Ayni berfungsi sebagai pilar utama struktur militer Uni Soviet, mendukung operasi di Pegunungan Pamir dan berfungsi sebagai pangkalan logistik utama selama invasi Soviet ke Afghanistan antara tahun 1979 dan 1989.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Tajikistan mewarisi fasilitas tersebut tetapi kekurangan sumber daya ekonomi dan stabilitas politik untuk mempertahankannya, terutama selama perang saudara yang menghancurkan negara tersebut sepanjang tahun 1990-an.

Keterlibatan India dimulai pada awal tahun 2000-an di puncak perang global melawan teror.

Pada tahun 2002, New Delhi dan Dushanbe menandatangani perjanjian bilateral untuk merenovasi dan mengoperasikan pangkalan tersebut bersama-sama, yang kemudian menjadi satu-satunya pangkalan militer India di luar negeri.

India dilaporkan telah berinvestasi antara 70 juta dan 100 juta dolar AS untuk memodernisasi pangkalan udara tersebut, termasuk memperpanjang landasan pacu menjadi 3.200 meter, membangun hanggar baru, menara pengawas lalu lintas udara, fasilitas radar, dan sistem pertahanan perimeter.

Peningkatan ini akan memungkinkan pangkalan tersebut untuk menampung jet tempur multiperan Su-30MKI dan helikopter Mi-17, selain menampung sekitar 200 personel Angkatan Udara India (IAF) dan angkatan darat untuk pemeliharaan dan logistik.

Secara strategis, Ayni memberi India pos pengamatan unik di Asia Tengah — kurang dari 1.000 kilometer dari perbatasan utara Pakistan dan dekat dengan Koridor Wakhan di Afghanistan.

Lokasi ini menjadikan pangkalan tersebut sebagai pusat penting bagi operasi koordinasi intelijen, kemanusiaan, dan antiterorisme, serta memperkuat posisi India dalam menyeimbangkan pengaruh Pakistan di kawasan tersebut.

Kompleks Ayni-Farkhor juga melambangkan "masuknya secara halus" India ke dalam ekosistem keamanan Asia Tengah, yang berfungsi sebagai tulang punggung logistik untuk mendukung Aliansi Utara sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.