Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tahun Baru, HKI Minta Tata Ruang–Perizinan Kawasan Industri Dirapikan

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tahun Baru, HKI Minta Tata Ruang–Perizinan Kawasan Industri Dirapikan Doc: ANTARA-Andika kangen.
Ket. Produk baja siap ekspor hasil pengolahan di kawasan Industri PT IMIP di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

JAKARTA – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengingatkan pemerintah agar urusan tata ruang dan perizinan kawasan industri tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Di awal tahun ini, HKI mendorong agar dua isu krusial tersebut dijadikan fokus bersama lintas lembaga, supaya pengembangan kawasan industri bisa lebih lancar.

Menurut HKI, tumpang tindih aturan dan proses perizinan yang berlapis kerap membuat pengelola kawasan dan investor harus ekstra sabar. Padahal, kepastian tata ruang dan izin yang jelas menjadi kunci agar kawasan industri bisa berkembang optimal dan menarik minat investasi.

Dengan koordinasi yang lebih rapi antarinstansi, HKI berharap hambatan lama bisa dipangkas. Hasilnya, kawasan industri tidak hanya tumbuh lebih cepat, tapi juga lebih tertata dan berkelanjutan di tahun baru ini.

“Tata ruang adalah urat nadi kawasan industri. Selama perizinan dasar belum sinkron, percepatan investasi akan selalu tertahan. Ini harus menjadi fokus penyelesaian lintas kementerian di 2026,” kata Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1).

Ia mengatakan, tata ruang masih menjadi salah satu persoalan utama dalam pengembangan kawasan industri di Indonesia.

Banyak kawasan industri, termasuk yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), masih mengalami keterlambatan penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) atau Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (RKKPR).

Akhmad menuturkan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kebijakan sektoral yang tidak sinkron kerap membuat investor harus menunggu terbitnya perizinan lebih lama dari seharusnya.

Tantangan lainnya, lanjut dia, juga muncul akibat utilitas, infrastruktur dasar, dan akses logistik yang masih kurang memadai, termasuk ketersediaan listrik dan pasokan gas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), sehingga mempengaruhi biaya produksi dan efisiensi distribusi.

Meskipun demikian, pihaknya optimis kontribusi kawasan industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat meningkat pada 2026 seiring dengan pergeseran rantai pasok global, relokasi industri dari Asia Timur, serta permintaan di sektor manufaktur berteknologi tinggi yang menguat.

Akhmad menyatakan, peningkatan minat investor asing terhadap kawasan industri Indonesia telah terlihat sejak 2025, terutama di koridor industri Batam–Bintan-Karimun (Kepulauan Riau), Bekasi–Karawang-Purwakarta-Subang (Jawa Barat), Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ia menyampaikan, sejumlah investor Jepang, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan Eropa Timur berminat untuk berinvestasi pada sektor baterai dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), logistik modern, energi terbarukan, pusat data, serta manufaktur berteknologi tinggi.

Untuk mengoptimalkan potensi kawasan industri, HKI melakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sepanjang 2025 dengan berbagai kementerian/lembaga.

KOlaborasi transformasi industri digital dan hijau melalui penerapan digital estate, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk monitoring kawasan, hingga integrasi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Jika hambatan tata ruang dan utilitas bisa dituntaskan, 2026 dapat menjadi tahun percepatan investasi. Kawasan industri berpotensi menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen,” ujar Akhmad Ma’ruf Maulana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.