Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Status Tanggap Darurat Bencana di Padang Pariaman Diperpanjang Hingga 13 Desember 

📅 Selasa, 09 Des 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Status Tanggap Darurat Bencana di Padang Pariaman Diperpanjang Hingga 13 Desember  Doc: Antara
Ket. Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat berjalan di papan untuk menyeberangi material longsor yang menimbun jalan sehingga menutup akses warga akibat cuaca ekstrem yang terjadi di daerah itu dari 22 hingga 28 November 2025.

Pariaman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana hingga 13 Desember 2025 setelah mempertimbangkan sejumlah kondisi yang terjadi di daerah itu pascabencana hidrometeorologi yang menerpa daerah itu pada 22 hingga 28 November 2025.

"(Tanggap darurat bencana) diperpanjang hingga 13 Desember," kata Sekertaris Daerah Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis saat dikonfirmasi dari Sungai Garinggiang, Selasa.

Pemkab Padang Pariaman sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlangsung dari 23 November hingga 6 Desember 2025. Masa tanggap darurat tersebut pun diperpanjang hingga 13 Desember 2025 berdasarkan Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 375/KEP/BPP/2025.

Pemkab Padang Pariaman menjelaskan penetapan perpanjangan status tersebut karena melihat kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan intensif terutama terkait pencarian korban hilang, pemenuhan kebutuhan dasar warga, perbaikan dan pembukaan akses jalan serta jembatan, hingga upaya stabilisasi kehidupan sosial ekonomi masyarakat terdampak.

Lamanya waktu penanganan dampak bencana tersebut karena cuaca ekstrem itu berdampak pada 17 kecamatan di Padang Pariaman dengan 80 lokasi banjir dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 400 centimeter, 72 titik tanah longsor, serta 37 titik angin kencang.

Setidaknya 34.058 jiwa warga Padang Pariaman terdampak bencana yang 4.847 jiwa atau 1.182 kepala keluarga sempat diungsikan ke lokasi aman. Bahkan hingga kini masih tersisa 377 jiwa atau 115 kepala keluarga yang bertahan di posko pengungsian karena kehilangan tempat tinggal.

Pihaknya mencatat akibat bencana tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak tujuh orang, 11 orang luka-luka, serta satu orang yang masih dinyatakan hilang.

Selain itu, ditemukan pula 36 jenazah yang hanyut di aliran Sungai Batang Anai yang diketahui bukan merupakan warga Padang Pariaman.

Pemkab Padang Pariaman merilis estimasi kerugian estimasi kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp967,8 miliar. Hal tersebut karena banyaknya infrastruktur yang rusak mulai dari rumah warga mencapai 4.842 unit bahkan yang hanyut terbawa banjir mencapai 66 unit.

Fasilitas umum yang mengalami kerusakan yaitu fasilitas pendidikan mencapai 53 unit, 49 unit rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, serta dua kantor pemerintahan.

28 ruas jalan rusak, 38 jembatan putus atau rusak, serta 68 jaringan irigasi dan bendungan yang terdampak. Pada sektor pertanian, sebanyak 1.145 hektare sawah terendam banjir, 426,2 hektare kebun dan ladang terdampak, 50 unit tambak dan kolam mengalami kerusakan, serta lebih dari 14.080 ekor ternak dilaporkan mati atau hanyut.

Pemkab Padang Pariaman meminta warga untuk tetap waspada seiring dengan cuaca ekstrem masih dapat melanda daerah itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.